Mulai Diserang ISPA Pascabanjir Bandang, Masyarakat Agara Minta Bantuan DPRA

Masyarakat Aceh Tenggara mulai diserang penyakit batuk-batuk alias ISPA pasca banjir bandang yang menerjang 29 desa di Agara Jumat (28/12/2018).

Mulai Diserang ISPA Pascabanjir Bandang, Masyarakat Agara Minta Bantuan DPRA
Serambinews.com
Sepanjang jalan di Kota Kutacane dan di kawasan permukiman, debu beterbangan dari lumpur yang mengering, Kamis (3/1/2019). 

Laporan Asnawi Luwi| Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Masyarakat Aceh Tenggara mulai diserang penyakit batuk-batuk alias Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) pasca banjir bandang yang menerjang 29 desa di Agara Jumat (28/12/2018).

Debu mulai menyelimuti kabupaten tersebut, bahkan akibat debu bertebaran masyarakat harus memakai masker dan menyiram jalan raya.

"Debu bertebaran dan ini sangat mengancam kesehatan masyarakat, bahkan bisa menimbulkan penyakit ISPA. Saat ini aja kita mulai batuk, demam dan pilek. Kita berharap Pemkab Agara dapat menyiram jalan raya dengan mobil water tank untuk meminimalisir debu bertebaran di Kota Kutacane, Kutacane Lama dan daerah lainnya," kata Bima didampingi Budi, warga Kutacane kepada Serambinews. com, Kamis (3/1/2019).

Sementara itu, tokoh masyarakat Aceh Tenggara, Nasrulzaman MKes, berharap kepada DPRA yang membidangi kesehatan agar dapat memerintahkan Dinkes Aceh untuk menurunkan tim medis dan bantuan obat-obatan dan masker.

Karena, saat ini debu menyelimuti Agara dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan khusus masyarakat di daerah itu.(*)

Baca: Pascabanjir Bandang, Ribuan Rumah di Agara Terendam Lumpur, Pemerintah Diminta Bantu Pembersihan

Baca: Aceh Tenggara Masih Berpotensi Banjir, BPBD Minta Warga Pindah ke Lokasi Aman

Baca: BREAKING NEWS - 18 Jam Hilang, Pencari Kerang Ditemukan Meninggal Mengapung di Krueng Teunom

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved