Polisi Ciduk Penculik Satu Keluarga

Tim gabungan dari Subdit III Jatanras Polda Aceh, Polres Aceh Timur, Polres Bireun, dan Polres Lhokseumawe

Polisi Ciduk Penculik Satu Keluarga
SERAMBI/SENI HENDRI.
Personel Polres Aceh Timur, menggiring tiga pelaku penculikan sekeluarga saat konferensi pers di Mapolres Aceh Timur, Rabu (2/12). SERAMBI/SENI HENDRI. 

IDI – Tim gabungan dari Subdit III Jatanras Polda Aceh, Polres Aceh Timur, Polres Bireun, dan Polres Lhokseumawe dipimpin Kompol Suwalto, Senin (31/12) menangkap tiga dari lima penculik satu keluarga dari Kota Langsa.

Ketiga pelaku yang ditangkap di Gampong Cot Rusep, Kecamatan Peusangan, Bireuen masing-masing Sofyan alias Abu Yan, warga Banda Aceh, Lala Sopia, dan Dika keduanya warga Kota Langsa. Abu Yan yang disebut-sebut sebagai otak pelaku dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kirinya.

“Kita lakukan tindakan keras kepada mereka, karena di antara mereka ada yang menggunakan senjata api. Namun dua pelaku masih dalam pengejaran,” kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro didampingii Wakapolres Kompol Warosidi, dan Kasat Reskrim AKP Satrio Erwin Wilogo dalam konfrensi pers di Mapolres Aceh Timur, Rabu (2/1).

Kasus penculikan satu keluarga tersebut dilaporkan oleh ibu korban ke Polres Aceh Timur. Berdasarkan informasi itu, Polres Aceh Timur membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan dan pengembangan sehingga pada akhirnya berhasil menangkap tiga dari lima tersangka.

“Dua tersangka lagi yang sudah masuk DPO kami imbau segera menyerahkan diri, apabila tidak maka kami akan lakukan tindakan keras,” tandas Kapolres Aceh Timur.

Kronologis penculikan itu berawal pada Rabu 26 Desember 2018 dengan korban suami istri, Irwan Syahpurtra dan Meta Isna beserta dua anak mereka, Naila Zahratul Sifa (2 tahun) dan M Abizar Harun (7 bulan).

Mereka berpamitan pergi ke rumah warga Gampong Alue Rambong, Kecamatan Peureulak Kota dengan tujuan untuk mengambil uang. “Di sanalah pelaku menculik satu keluarga ini lalu dibawa menggunakan mobil Avanza ke arah Bireuen. Mereka disekap empat hari tiga malam di sebuah gubuk di daerah pegunungan tanpa permukiman,” ungkap Kapolres Aceh Timur.

Selama disekap, lanjut kapolres, hanya suami korban yang diikat kakinya menggunakan rantai, dan diancam dilukai menggunakan senjata api dan senjata tajam.

Kapolres mengatakan motif pelaku menculik satu keluarga ini karena pelaku sakit hati dan dendam kepada korban terkait utang piutang proses rekruitmen tenaga kerja di salah satu perusahaan di Aceh Timur.

“Pelaku meminta uang tebusan Rp 100 juta kepada ibu korban. Tapi setelah kita pancing, akhirnya pelaku bisa ditangkap dan semua korban selamat,” kata AKBP Wahyu Kuncoro.

Selama penyekapan, lanjut Wahyu, korban tidak dianiaya, selain itu harta benda korban juga tidak ada yang diambil.

“Kondisi korban semuanya selamat. Namun kedua anak dan ibunya masih diberikan konseling oleh Unit PPA Polres Aceh Timur karena trauma,” kata Kapolres Aceh Timur.

Para tersangka, jelas Kapolres Wahyu Kuncoro dipersangkakan melanggar Pasal 328 Sub 333 Jo 368 KUHPidana dan Pasal 83 jo 76F UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Adapun barang bukti yang disita dari para pelaku, satu unit mobil Avanza BK 1760 CZ, rantai besi 2 meter, parang, pisau, dan satu unit borgol. (c49)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved