Heboh Awan Kumulonimbus di Makassar, AirAsia Jatuh, Ternyata Disebutkan di Alquran

Novy Pantaryanto mengatakan, awan berbentuk gelombang tsunami tersebut merupakan awan yang sangat berbahaya.

Heboh Awan Kumulonimbus di Makassar, AirAsia Jatuh, Ternyata Disebutkan di Alquran
(Dok. Istimewa/ Via Kompas.com)
Awan seperti gelombang tsunami terekam di langit Kota Makassar, Selasa (1/1/2019) sore. 

Oleh karna itu, jika terlihat Awan Kumulonimbus pada radar, pihaknya langsung menyampaikan hal itu dan pilot akan membelokkan pesawat hingga 15 derajat.

“Tidak ada pilot yang berani menembus Awan Kumulonimbus. Jadi kita mempunyai radar cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG sehingga data dari BMKG yang diperoleh terkait cuaca buruk akan disampaikan kepada pilot. Jadi cuaca buruk yang terjadi, aman bagi lalu lintas penerbangan,” katanya menerangkan.

Novy Pantaryanto menambahkan, Awan Kumulonimbus berada diketinggian 1.000 hingga 15.000 kaki sehingga penerbangan dengan ketinggian 30.000 hingga 40.000 kaki aman bagi pesawat.

“Jadi, lalu lintas penerbangan aman jika ada cuaca buruk yang mengancam,” katanya menambahkan.

Baca: Banda Aceh Miliki Suara Peringatan Lalu Lintas di Simpang Lima, Dapat Tegur Langsung yang Melanggar

Baca: Setelah Diaspal Tahun 2018, Jalan Trueng Campli Menuju Pasi Lhok Rusak Lagi

Tragedi AirAsia QZ8501

Pesawat udara AirAsia QZ8501 yang jatuh di Laut Jawa dekat Selat Karimata pada saat terbang dari Surabaya, Indonesia menuju Singapura pada tanggal 28 Desember 2014, diduga disebabkan Awan Kumulonimbus.

Sebelum kecelakaan, pilot pesawat AirAsia QZ8501 Kapten Irianto, sempat meminta belok ke kiri untuk menghindari Awan Kumulonimbus pada pukul 06.17 WIB.

Semenit berselang, ATC Bandara Internasional Soekarno-Hatta kehilangan kontak dengan Irianto.

Infografis kecelakaan AirAsia QZ8501. (TRIBUN JOGJA)

Baca: Nova Iriansyah: Makan Lobster di Jakarta, Bayarnya Bisa Nangis, Kalau di Simeulue Malah Tiap Hari

Baca: BPN Terbitkan 6.683 Sertifikat Gratis di Pidie, Ini Jenis Objek Tanah yang Diproses

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait cuaca disepanjang rute yang dilalui Pesawat AirAsia yang hilang kontak tersebut.

Menurut BMKG, terdapat Awan Kumulonimbus di sekitar rute pesawat.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved