Breaking News:

Tujuh Guru Berprestasi Dapat Penghargaan Kemenag

Sebanyak tujuh orang guru berprestasi dari sejumlah daerah di Aceh mendapatkan penghargaan dari Kanwil Kemenag Aceh

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Tiga guru di Pidie Jaya, Kamis (27/12/2018) mendapat penghargaan berupa Satya Lencana dari pemkab setempat. 

BANDA ACEH - Sebanyak tujuh orang guru berprestasi dari sejumlah daerah di Aceh mendapatkan penghargaan dari Kanwil Kemenag Aceh. Penghargaan itu karena ketujuh guru itu selama tahun 2018 mampu menorehkan prestasi nasional dan mengharumkan nama Aceh.

Ketujuh orang guru tersebut adalah Dra Mariani (Aceh Tengah), Nurchaili M.Kom (Aceh Besar), Nurmahni Harahap M.Pd (Banda Aceh), Mariaton S.IP (Banda Aceh), Suheli MA (Banda Aceh), Ummiyani M.Pd (Banda Aceh), dan Dra Juariah (Banda Aceh).

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh kepada Serambi, Sabtu (5/1) mengatakan, penghargaan itu diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan berprestasi yang sebelumnya telah mengharumkan Aceh di kancah nasional.

“Kita berikan apresiasi kepada guru yang berprestasi dan berinovasi, karena segala keberhasilan sangat ditentukan oleh seorang guru, mau profesi apa pun semua karena sentuhan guru, maka 2019 ini Kemenag Aceh akan memprioritaskan pengembangan SDM yang paling utama adalah guru,” ujar Kakanwil.

Sementara Kabag TU Kemenag Aceh, Saifuddin pada kesempatan yang sama juga mengajak ASN Kemenag Aceh untuk mempertahankan prestasi yang selama ini telah dicapai. Ia juga supaya terus dilakukan peningkatan kerja, supaya kinerja dan pelayanan yang diberikan semakin dirasakan masyarakat. Ia meminta para ASN harus mampu menjadikan pekerjaan sebagai hibi, supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

Sementara Sekda Aceh, Drs Dermawan saat puncak Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag, Kamis (3/1) lalu, mengatakan, selama ini Kemenag Aceh dan Pemkan/Pemko sudah bersinergi dalam pembinaan umat, pendidikan dan menjaga kerukunan masyarakat. Sehingga tercapainya kehidupan yang harmonis di Aceh, termasuk antar-umat beragama.

Menurut Dermawan, melalui kerja sama itu juga sudah dilakukan perbaikan pelayanan mulai dari pendidikan, pencatatan nikah, hingga pelayanan haji. “Kami juga sinergi dalam membangun pendidikan di Aceh, baik pendidikan agama maupun pendidikan umum, sehingga kebersamaan ini mampu melahirkan kurikulum Aceh,” tandas Dermawan. (mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved