Usir Harimau, BKSDA Turunkan Pawang

Pawang dari Meulaboh, Aceh Barat, Sarwani Sabi (70) diturunkan untuk mengusir harimau dari kawasan permukiman penduduk

Usir Harimau, BKSDA Turunkan Pawang
Flora & Fauna International 2014
Harimau Sumatera termasuk sub-spesies harimau terkecil di dunia. 

TAPAKTUAN - Pawang dari Meulaboh, Aceh Barat, Sarwani Sabi (70) diturunkan untuk mengusir harimau dari kawasan permukiman penduduk di Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan. Pengusiran harimau melibatkan pawang ini terpaksa dilakukan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Selatan bersama masyarakat dan Muspika Kluet Timur, karena penampakan satwa dilindungi tersebut di permukiman penduduk makin sering.

Camat Kluet Timur, Moeriadi SE mengatakan, berdasarkan laporan warga, sejak beberapa pekan terakhir, penampakan kawanan harimau (dua pasang) hampir tiap malam. “Sehingga masyarakat makin tidak nyaman dalam beraktivitas,” kata Moeriadi melalui sambungan telepon seluler, Jumat (4/1) malam.

Dia menjelaskan, pawang harimau yang secara khusus didatangkan dari Meulaboh tersebut telah tiba di Paya Dapur, ibu kota Kecamatan Kluet Timur, Jumat sore. “Begit tiba, langkah pengusiran harimau langsung dilaksanakan sore itu juga yang berlanjut hingga malam hari, dengan cara menggelar doa bersama yang dipimpin langsung Pawang Sarwani Sabi,” sebutnya.

Langkah pengusiran dilakukan di beberapa titik yaitu lokasi tempat penampakan harimau oleh masyarakat. Titik itu masing-masing di Gampong Lawe Buloh Didi, Lawe Cimanok, dan Lawe Sawah. “Warga setempat sangat berharap keberadaan kawanan harimau yang kerap muncul di dekat permukiman penduduk segera dapat dihalau ke hutan belantara,” ujarnya.

Sebab, terangnya, sejak kawanan harimau muncul kembali di kawasan kaki gunung dekat permukiman penduduk, kenyamanan warga dalam mencari nafkah sangat terganggu. “Demi untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga tetap nekat pergi ke kebun. Tapi hanya dari pagi sampai siang saja, setelah siang mereka langsung turun dari gunung,” ucap Moeriadi.

Menurutnya, kondisi ini membuat aktivitas warga di kebun sangat terbatas, karena sehabis zuhur maksimal hingga pukul 15.00 WIB, mereka sudah berada di rumahnya masing-masing kembali. “Karena mulai sore hingga malam hari, harimau tetap muncul dan kerap nampak oleh warga,” ungkapnya.

Camat Moeriadi dalam kesempatan itu mengapresiasi keseriusan pihak BKSDA Aceh Selatan bersama aparat TNI/Polri yang setiap malam menggelar patroli rutin di wilayah tersebut. “Mudah-mudahan, langkah pengusiran melibatkan pawang ini berhasil sehingga aktivitas warga kembali normal seperti semula,” pungkasnya.(tz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved