Luar Negeri

Ratusan Ribu Pegawai Negeri Amerika Serikat Kembali Kuliah, Ini Penyebabnya

"Saya bohong jika berkata saya tidak khawatir. Sebab, Anda harus membayar segala yang menjadi kewajiban Anda,"

Ratusan Ribu Pegawai Negeri Amerika Serikat Kembali Kuliah, Ini Penyebabnya
(AFP/CYRIL JULIEN)
Sebagian pegawai negeri Amerika Serikat terlihat mengikuti kelas manajemen dari Jurusan Hubungan Publik American University pada 8 Januari 2019. Mereka adalah pegawai yang terdampak penutupan layanan pemerintahan (shutdown) secara parsial itu. 

SERAMBINEWS.COM - Ratusan ribu pegawai negeri Amerika Serikat ( AS) dilaporkan kembali mengenyam bangku kuliah, dan mendaftar berbagai kelas.

Mereka termasuk dalam pegawai negeri yang tak dibayar karena penutupan layanan pemerintahan ( shutdown) secara parsial sejak 22 Desember 2018.

Dilaporkan AFP Rabu (9/1/2019), sekitar 550 pegawai itu mengikuti kelas seperti Starting a Podcast hingga Dealing with Change.

Baca: Kisah Anak 8 Tahun Selamat Setelah Digulung Tsunami, Jadi Yatim Piatu Setelah Jasad Ibunya Ditemukan

Kelas satu hari itu diselenggarakan Jurusan Hubungan Publik American University dan menjadi kesempatan bagi pegawai itu untuk melihat peluang berjejaring secara luas.

Kebanyakan dari para pegawai yang mendaftar mengaku melihat kuliah tersebut sebagai peluang untuk lepas dari rasa bosan dan stres.

Seperti yang dialami Adam Santo, seorang pejabat senior pada Kementerian Perdagangan.

Dia bergurau istrinya sangat senang ketika tahu dia punya kegiatan.

Baca: Ustaz Arifin Ilham Derita Kanker Nasofaring, Ini Gejalanya yang Perlu Diketahui

"Selama tiga pekan, saya mencuci, membuat makan malam, mengurus rumah hingga putri saya. Istri saya sangat senang saat melihat saya keluar dari rumah," ujarnya.

Matthew Garlipp, pegawai di Kementerian Keuangan menuturkan, dia melihat sisi positif dari shutdown di mana dia punya waktu dengan anjingnya.

Namun, dia mengaku kehidupannya tanpa mempunyai agenda pasti membuatnya berbeda.

Halaman
123
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved