Breaking News:

Bea Cukai Sabang Musnahkan Barang Ilegal, Mulai dari Ribuan Batang Rokok Hingga Sex Toys

Bea Cukai Sabang memusnahkan barang milik negara (BMN) hasil penindakan selama kurun waktu tahun 2015-2019 dengan nilai taksir sebesar Rp 64.510.000.

Penulis: Eddy Fitriadi | Editor: Yusmadi
FOTO BEA CUKAI SABANG
Petugas Bea Cukai Sabang memusnahkan barang hasil penindakan di perumahan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jalan Malahayati Jurong Merica, Sukakarya, Sabang, Kamis (10/1/2018). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bea Cukai Sabang memusnahkan barang milik negara (BMN) hasil penindakan selama kurun waktu tahun 2015-2019 dengan nilai taksir sebesar Rp 64.510.000.

Pemusnahan barang itu dilaksanakan di lahan kosong perumahan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jalan Malahayati Jurong Merica, Sukakarya, Sabang, Kamis (10/1/2018), disaksikan para stakeholder dan masyarakat.

Pemusnahan itu bertujuan untuk menghilangkan fungsi barang.

Barang tersebut merupakan hasil penindakan kepabeanan dan cukai di Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Kantor Pos Lalu Bea, beberapa tempat peredaran Barang Kena Cukai, serta tempat lain yang dijadikan sebagai lalu lintas barang.

Baca: Banda Aceh Terima Bawang Hibah 7,6 Ton dari Bea Cukai Aceh

Baca: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 17 Ton Bawang

Baca: Petugas Bea Cukai Kembali Gagalkan Penyelundupan Bawang Merah Ilegal

Barang senilai puluhan juta rupiah itu terdiri atas 5.808 batang rokok, 694 botol saus, 500 kilogram gula pasir, 750 kilogram beras ketan, 13 paket bagian kendaraan bermotor bekas, dan 2 mainan pornografi (sex toys).

Kepala Bea Cukai Sabang, Koen Rachmanto mengatakan, pemusnahan barang itu merupakan upaya pelindungan terhadap masyarakat atas konsumsi produk makanan tanpa melalui pengujian dari instansi teknis. 

“Usulan pemusnahan telah mendapat persetujuan oleh Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Banda Aceh,” katanya.

Ada beberapa cara pemusnahan barang ilegal itu. Barang berupa rokok dan sex toys dimusnahkan dengan cara dibakar.

Sementara saos, gula pasir, dan beras ketan ditimbun. Sedangkan bagian kendaraan bekas dipotong-potong terlebih dulu baru kemudian ditimbun. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved