Diduga Dihamili Dalam Keadaan Koma, Pasien Ini Lahirkan Bayi dengan Selamat

seorang pasien yang dalam keadaan koma selama hampir 10 tahun, diduga dihamili hingga melahirkan seorang bayi.

Diduga Dihamili Dalam Keadaan Koma, Pasien Ini Lahirkan Bayi dengan Selamat
Serambinews.com
Penanganan pasien koma 

SERAMBINEWS.COM - Direktur sebuah pusat perawatan kesehatan di Phoenix, Amerika Serikat, mengundurkan diri setelah seorang pasien yang dalam keadaan koma selama hampir 10 tahun, diduga dihamili hingga melahirkan seorang bayi.

Dewan Direksi Fasilitas Kesehatan Hacienda, dengan suara bulat menerima pengunduran diri Bill Timmons, dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan tentang kemungkinan pelecehan seksual oleh petugas medis, setelah mendapatkan laporan tentang peristiwa ganjil tersebut.

Baca: Bayi Kembar Nagan Raya Ditahan Rumah Sakit di Malaysia, Orangtua tak Sanggup Lunasi Biaya Persalinan

Baca: Keluarga Bocah Korban Tsunami Bayar Biaya Rumah Sakit Rp 17,2 Juta Setelah Dirawat Satu Minggu

Anggota Dewan Direksi Gary Orman, menegaskan dalam sebuah pernyataan bahwa fasilitas kesehatan Hacienda akan menghadapi penyelidikan penuh atas kejadian yang mengerikan ini.

Ia mengatakan bahwa kasus ini belum pernah terjadi sebelumnya dan telah meresahkan semua orang yang terlibat, mulai dari korban, keluarga, hingga seluruh staf.

"Kami akan terus bekerja sama dengan Kepolisian Phoenix dan petugas investigasi di semua tingkatan dengan segala cara," tambahnya.

Baca: Oknum Dosen di NTT Digerebek Anak dan Istrinya saat Sedang Berduaan dengan Mahasiswinya di Kamar Kos

Baca: Pasukan Elit Kopaska TNI AL Selalu Berbekal Kondom Saat Jalankan Misi Tempur

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu, berada dalam kondisi koma selama hampir satu dekade.

Menurut laporan media lokal, perawat tidak menyadari jika dia hamil sampai dia akhirnya melahirkan seorang bayi dengan selamat.

"Dari keterangan yang saya terima, dia sempat mengerang, dan petugas medis yang merawatnya tidak tahu apa yang salah dengan pasien itu," kata seorang sumber anonim kepada Phoenix CBS.(Anadolu Agency)

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved