Persiraja Mania

Trio Asing Lamar Persiraja

Trio pelatih asing resmi mengajukan lamar untuk menjadi pelatih Persiraja. Padahal, jadwal kompetisi Liga 2 tahun 2019

Trio Asing Lamar Persiraja
IST

BANDA ACEH - Trio pelatih asing resmi mengajukan lamar untuk menjadi pelatih Persiraja. Padahal, jadwal kompetisi Liga 2 tahun 2019 belum jelas karena masih menunggu hasil kongres tahunan PSSI di Bali, 20 Januari mendatang.

Ketiga pelatih asing yang melamar yakni mantan arsitek klub Liga 1 asal Austria, Hans-Peter Schaller. Dia pernah menukangi Bali United pada musim 2017. Sebelumnya, Schaler juga pernah membantu pelatih Alfred Riedl ketika membesut timnas Indonesia pada Piala AFF 2016 lalu.

Kemudian, lamaran juga datang dari pelatih berkebangsaan Brasil, Wanderley Machado Da Silva Junior. Ia pernah menjadi juru taktik salah satu tim terbaik Indonesia, Persipura (2017). Pembuktian paling anyar dilakukan pemain kelahiran Rio De Janeiro ketika sukses meloloskan Perserui Serui dari jeratan degradasi Liga 1.

Terakhir, pelatih yang ingin membesut Lantak Laju yaitu Esteban Guillen. Mantan pemain Timnas U-17 Uruguay itu juga pernah merumput bersama salah satu tim kuat Amerika latin, River Plate (2002) dan pernah memperkuat Persiba Balikpapan di Indonesia.

Nama Esteban dikenal sebagai salah satu playmaker terbaik di Indonesia ketika memperkuat Arema Malang. Kala itu, posisinya sulit terganti di klub berjuluk Singo Edan. Dia juga sempat bermain di PSMS Medan, dan Bayi Ajaib Persikota Tangerang di kompetisi divisi utama.

“Ini menunjukkan kalau Persiraja merupakan salah satu tim di Liga 2 Indonesia yang dikelola dengan baik. Selain itu, ekonomi klub juga stabil,” ungkap Presiden Klub Persiraja, H Nazaruddin kepada Serambi tadi melalui saluran telepon.

Menurut Dek Gam–sapaan akrab Nazaruddin–, manajemen punya tekad besar untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat Aceh. Mereka sangat berharap, tim dengan sejarah panjang di Indonesia ini bisa promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia. “Persiraja dikelola dengan serius. Orang-orang bisa melihat dan menilai sendiri bagaimana kerja keras semua pihak untuk memenuhi target itu. Namun itu semuanya butuh proses. Maka, para pelatih di luar sana pun tertarik karena Persiraja punya target yang jelas,” tegasnya.

Menyusul lamaran tersebut, Dek Gam mengaku, ia bersama manajemen akan mempertimbangkan keinginan para pelatih asing yang sudah masuk. Pihaknya akan berembuk, mempelajari secara seksama, visi dan misi setiap pelatih yang ingin menangani Lantak Laju.

Pada kesempatan itu, Dek Gam menyebutkan, sebelum memutuskan siapa yang berhak menjadi juru latih, ia akan memintak mantan pemain Persiraja, tokoh sepakbola di Aceh, dan juga pihak berkompeten yang selalu mendukung Lantak Laju. “Kita akan menerima pertimbangkan tokoh ini dalam upaya memenuhi target musim depan,” pungkas Dek Gam.

Di sisi lain, Presiden Persiraja secara terbuka menyatakan, kalau persiapan dan pembentukan tim akan diputuskan setelah menunggu hasil Kongres Tahunan PSSI yang akan digelar di Denpasar, Bali pada 20 Januari mendatang.

“Supaya semuanya jelas, kita sebaiknya menunggu dulu hasil Kongres PSSI. Untuk itulah, kita meminta masyarakat, fans, dan juga pemain bersabar dulu. Kita ingin bergerak ketika semuanya sudah pasti dan final,” tegas Dek Gam.

Apalagi, sebelumnya, kata Dek Gam, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sudah mengagendakan bahwa kompetisi akan dihelat setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2018 mendatang. Dengan kondisi demikian, sudah selayaknya Persiraja akan berbenah setelah kongres Bali.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved