Gajar Liar Rusak Tiga Rumah di Nagan

Tiga rumah di Desa Tuwi Meuleusong, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya, Rabu (9/1) sekitar pukul 23.00 WIB

Gajar Liar Rusak Tiga Rumah di Nagan
IST
Warga memperlihatkan dinding rumahnya yang dirusak gajah liar kepada anggota TNI dan tim pengusir gajah di Desa Tuwi Meuleusong, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (10/1/2019). 

SUKA MAKMUE - Tiga rumah di Desa Tuwi Meuleusong, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya, Rabu (9/1) sekitar pukul 23.00 WIB, dirusak gajah liar. Meski tak ada korban jiwa, namun kejadian itu sempat membuat daerah tersebut mencekam dan warga panik. Sebab, gajah yang jumlahnya diperkirakan satu ekor itu juga masuk ke perkampungan dan merusak tanaman yang ada di desa tersebut.

Sekdes Tuwi Meuleusong, Sultana, kepada Serambi, Kamis (10/1), menyebutkan, ketiga rumah yang dirusak itu masing-masing milik Kamaruzzaman, Usman, dan Nurhayati. Menurutnya, semua rumah berkonstruksi kayu tersebut hanya dirusak gajah pada bagian dinding saja. “Sehubungan dengan peristiwa itu, tim pengusiran gajah sudah mengikuti jejak gajah liar tersebut,” jelas Sultana.

Sebelum peristiwa itu atau pada Rabu (9/1), tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengusir gajah liar di Desa Blang Tengku, Kecamatan Seunagan Timur, yang letaknya berdekatan dengan Desa Tuwi Meuleusong. Namun, menurut Sultana, hingga sore hari petugas tak juga menemukan gajah liar tersebut.

Pengusiran itu, lanjutnya, dilakukan untuk menyahuti keluhan warga yang menyatakan selama ini desa mereka kerap didatangi gajah liar serta merusak tanaman seperti kacang, kelapa sawit, dan pohon kelapa. “Lalu, pada Rabu (9/1) malam ada gajah yang merusak rumah dan tanaman di Desa Tuwi Meuleusong,” ujarnya.

Tim BKSDA dibantu petugas Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya dan warga Desa Blang Teungku terus menyisir lokasi yang selama ini diduga menjadi tempat pelintasan gajah liar. “Tim BKSDA rencananya akan berada di lokasi itu selama lima hari guna mengusir gajah liar agar menjauh dari pemukiman penduduk. Sehingga satwa dilindungi tersebut tidak lagi merusak tanaman di wilayah itu,” kata Agus, Petugas Pusdalops pada Kantor BPBD Nagan kepada Serambi, Rabu (9/1).

Hingga kini, tambah Agus, tim masih terus mencari keberadaan gajah tersebut yang diduga masih bersembunyi di sekitar Desa Blang Teungku. Disebutkan, pengusiran itu belum melibatkan gajah jinak, namun dengan cara menggunakan mercon.

Sementara Keuchik Blang Teungku, Samsirman, mengatakan, dengan dilakukan pengusiran oleh tim BKSDA, ia berharap ke depan gajah liar tersebut tak lagi masuk ke perkampungan dan tidak merusak tanaman di daerah itu yang menjadi sumber ekonomi warga setempat.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved