Breaking News:

Citizen Reporter

Korsel, Negeri yang Bikin “Google” Sendiri

SIAPA yang tidak kenal Google? Sekarang, hampir semua orang menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari

Editor: bakri
Korsel, Negeri yang Bikin “Google” Sendiri
IST
IKHWAN REZA

Apa yang membuat Naver sukses? Sebagian besar berpendapat bahwa di Korsel Naver memberikan pencarian yang lebih sesuai daripada Google.

Naver tidak melakukan search secara menyeluruh dan acak seperti yang dilakukan Google. Mereka hanya melakukan pencarian yang sesuai apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Korsel. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor bahasa. Salah satu kelemahan Google dan kebutuhan dasar masyarakat Korsel yang tidak match adalah bahasa. Google Translate saja sering salah dalam mengartikan grammar Korea. Inilah salah satu hal yang belum mampu dilakukan Google untuk mengalahkan Naver. Tentu pengguna Korea akan lebih nyaman dengan produk yang dekat dan sesuai dengan bahasa ibu mereka, sehingga pengguna tak dapat kabur sepenuhnya dari Naver.

Naver juga memberikan fitur informasi dan pencarian trending untuk membuat pengguna dapat mengetahui apa yang populer di sekitar mereka.

Selain itu, Naver memberikan performa SEO yang lebih bagus di Korsel. Hal ini salah satunya karena Naver dibuat oleh orang Korea sendiri yang tentunya lebih memahami karakter dari konten-konten di negaranya.

Semua hal ini di-support juga oleh budaya “Palli-palli” atau cepat-cepatnya orang Korea sehingga perkembangan penggunaan teknologi di Korea sangatlah cepat, bahkan Korsel merupakan salah satu negara dengan internet tercepat di dunia. Jadi, inovasi-inovasi Korea juga dengan cepat berubah dan menyesuaikan diri melawan produk-produk internasional. Naver dengan cepat melakukan validasi sehingga yang muncul benar-benar sesuai dengan yang diinginkan user dan belum mampu disediakan oleh Google yang lebih menyasar pengguna worldwide.

Hingga sekarang Naver menguasai 70% pasar search engine di Korsel. Ini juga menjadi masukan bagi anak-anak Aaceh yang mengembangkan usaha dan berinovasi, semoga dapat benar-benar menggali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar di Aceh. sehingga memulai startup tidak hanya “yang penting punya”, karena “disruption is one click away”. Jika tidak cepat dan tepat sasaran maka akan digerus oleh yang benar-benar paham apa yang dibutuhkan costumer atau pelanggan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved