Polisi Petakan Gampong Bersengketa

Polres Pidie telah memetakan gampong bersengketa di kabupaten tersebut yang tersebar di Kecamatan Mutiara Timur

Polisi Petakan Gampong Bersengketa
SERAMBINEW.COM/RISKI BINTANG
Ratusan masyarakat Desa Babah Krueng mendatangi Kantor Camat Jaya menuntut penyelesaian tapal batas desa.. 

* Terkait Tapal Batas

SIGLI - Polres Pidie telah memetakan gampong bersengketa di kabupaten tersebut yang tersebar di Kecamatan Mutiara Timur, Batee, Glumpang Tiga, Simpang Tiga, dan Kecamatan Tangse. Sengketa terkait tapal batas itu hingga kini belum ada titik temu, meskipun sudah pernah ditangani Polsek dan Muspika setempat.

Hal itu diungkapkan Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, didampingi Kabag Ops, Kompol Juli Effendi, kepada Serambi, Minggu (13/1). Dia mengatakan, penyelesaian sengketa tapal batas merupakan kewajiban Pemkab Pidie. “Tugas polisi hanya memberikan pengamanan ketika sengketa tapal batas itu berujung bentrok. Makanya, Pemkab harus segera menyelesaikan sengketa tapal batas,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kasus tapal batas antara Gampong Jojo dengan Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur belum selesai. Meskipun sudah dua kali dimediasi oleh muspika setempat, kedua pihak belum mendapat titik temu. “Kita minta kasus tapal batas itu supaya ditindaklanjuti ke kabupaten, karena penyelesaian di kecamatan buntu,” tegasnya.

Hal serupa juga terjadi di Gampong Crueng dengan Pulo Pandee, Kecamatan Batee. Kasus tersebut sudah pernah diselesaikan Muspika Batee yang melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan dinas terkait, tapi sengketa juga belum selesai. Begitu juga dengan Gampong Sukon Mesjid dan Gampong Mamplam, Kecamatan Glumpang Tiga, dimana belum membuahkan kesepakatan.

Andy menambahkan, sengketa tapal batas di Gampong Lheue dengan Cot Jaja, Kecamatan Simpang Tiga, juga belum mampu diselesaikan. Polsek Simpang Tiga telah mengupayakan penyelesaiannya bersama muspika, namun hasilnya buntu. Terakhir, kasus tapal batas antara Gampong Beungga dengan Pulo Ie, Kecamatan Tangse, juga belum ada titik temu.

“Kami meminta Pemkab untuk mempercepat penyelesaian masalah ini, apalagi sudah ada tim penyelesaian tapal batas gampong,” kata Andy. Pihaknya juga melarang masyarakat untuk mengerjakan proyek fisik di lokasi tanah yang bersengketa, karena sangat rawan konflik.

Kabag Pemerintahan Setdakab Pidie, Ferizal, yang dihubungi Serambi, kemarin, menjelaskan, penyelesaian tapal batas gampong dilakukan berjenjang yaitu dari tingkat gampong hingga kecamatan. Apabila permasalahan itu tak juga selesai, maka kecamatan akan melimpahkan ke kabupaten.

“Kabupaten baru bisa menyelesaikan masalah tapal batas jika ada berita acara yang dibuat dari kecamatan. Berkas berita acara harus memuat tanda tangan peserta rapat. Tapi, sampai kini belum ada gampong yang melaporkan masalah tapal batas,” akunya. Disebutkan, hanya Gampong Sagoe dan Gampong Ujong Pie yang melaporkan kasus sengketa tapal batas, tapi sudah berakhir damai.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved