Konsultasi Pertanian, Anggota DPRK Aceh Tamiang Temui Dewan Pidie

Tujuannya untuk berkoordinasi mempelajari soal pertanian karena Pidie dijuluki daerah lumbung padi terbesar di Provinsi Aceh.‬

Konsultasi Pertanian, Anggota DPRK Aceh Tamiang Temui Dewan Pidie
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Pertemuan Anggota DPRK Aceh Tamiang dengan DPRK Pidie di gedung DPRK Pidie, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Nur Nihayati | Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sedikitnya lima anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang dan sejumlah stafnya menemui anggota Dewan Pidie di gedung DPRK Pidie, Selasa (15/1/2019).

Tujuannya untuk berkoordinasi mempelajari soal pertanian karena Pidie dijuluki daerah lumbung padi terbesar di Provinsi Aceh.‬

‪Rombongan Komisi B DPRK Aceh Tamiang terdiri dari Tgk Irsyadul Afkar, Sarhadi, Juniati, Muhammad Nuh, Edi Susanto dan sejumlah staf.

Kedatangan mereka diterima Wakil Ketua DPRK Pidie Jamaluddin SP, Sekretaris Dewan Pidie HA Hamid dan sejumlah anggota Komisi B DPRK Pidie di ruang Fraksi Partai Aceh.

‪Ketua Komisi B DPRK Aceh Tamiang, Tgk Irsyadul Afkar usai melakukan pertemuan dengan pimpinan dan anggota DPRK Pidie, kepada wartawan, menjelaskan kehadiran pihaknya ke DPRK Pidie dalam rangka kunjungan kerja tentang sektor pertanian.

"Kami menilai dimana Pidie sejak dulu dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi di Aceh," ujarnya.‬

Baca: Kementerian Pertanian Pastikan Tahun 2019 Tidak Ada Lagi Impor Beras

Baca: Program Kementerian Pertanian Pengadaan 6.000 Ekor Sapi Indukan Tersendat, Anggaran Capai Rp 150 M

Baca: Jalankan Reintegrasi, Mantan Pejuang Moro akan Tiru Pola Pertanian Dinamis Lamteuba

Dalam kunjungan itu pihaknya juga melakukan konsultasi menyangkut interen dewan, hal ini penting guna memberi masukan kepada Pemkab Aceh Tamiang

“Kami akan bawa hasil ini sebagai masukan ke Pemkab Tamiang. Sebab  fungsi dan tugasnya DPRK, baik dalam segi pengawasan, anggaran dan legislasi. Kunjungan kami ini, sesuai dengan fungsi dari komisi B DPRK Aceh Tamiang,” katanya.‬

‪Menurut Tgk Irsyadul, dipilihnya Kabupaten Pidie sebagai salah satu daerah yang dikunjungi pihaknya, karena sekotor pertanian Pidie dinilai lebih baik.

"Secara geografis antara kedua daerah itu dinilainya sama. Pidie memiliki sawah, kebun dan sumber air dari sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS), begitu juga Aceh Tamiang," tuturnya. 

‪Pidie sebut dia, hampir seluruh daerahnya memiliki jaringan irigasi memadai. Kabupaten Pidie juga memiliki waduk dan embung-embung sebagai tempat penyimpanan air.

Maka itu, Pemkab Aceh Tamiang perlu melakukan langkah-langkah untuk membangun sarana dan prasarana seperti yang telah lama dilakukan Pemkab Pidie. 

"Pertanian yang tidak begitu jauh berbeda dengan yang ada di Pidie ini. Di Taming ada sekira 30 persen lahan sawah dan selebih nya kebun. Jadi yang lahan untuk pertanian kalau di Tamiang, ada empat kecamatan pinggiran, dan di Tamiang juga ada sungai yang sebenarnya dapat dibuat bendungan irigasi yang permanen,” jelasnya.‬

‪Tgk Irsyadul,  melajutkan sebenarnya banyak kesamaan antara Pidie dengan Aceh Tamiang, jika di Pidie ada irigasi yang sumber air irigasinya itu dari sungai. 

Di Tamiang juga ada  Sungai Tamiang, namun belum ada irigasi yang permanen dikarenakan ada beberapa faktor menjadi kendala. (*) 

Penulis: Nur Nihayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved