Tiga Ajudan Bupati Ahmadi Bersaksi untuk Irwandi

Tiga ajudan Bupati nonaktif Bener Meriah Ahmadi SE, yakni Muyassir, Munandar, dan Dailami memberikan kesaksian

Tiga Ajudan Bupati Ahmadi Bersaksi untuk Irwandi
SIGID KURNIAWAN
TERDAKWA kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 dan kasus penerimaan gratifikasi pelaksanaan proyek pembangunan Dermaga Sabang, Irwandi Yusuf (kiri) bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (7/1). Sidang Gubernur nonaktif Aceh tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

JAKARTA - Tiga ajudan Bupati nonaktif Bener Meriah Ahmadi SE, yakni Muyassir, Munandar, dan Dailami memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Koruopsi (Tipikor) Jakarta, Senin (14/1). Ketiganya dihadirkan dalam sidang lanjutan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, mantan ajudan Hendri Yuzal dan pengusaha Aceh, Teuku Saiful Bahri.

Muyassir mengaku pernah menyerahkan uang dalam tiga tahap di Banda Aceh kepada Teuku Saiful Bahri melalui orang dekatnya, Teuku Fadhilatul Amri.

Muyassir mengatakan, uang itu diperoleh dari Bupati Bener Meriah, Ahmadi yang diantar oleh ajudan Ahmadi yang lain, Dailami, ke Banda Aceh.

Tahap pertama diserahkan Rp 120 juta, kedua Rp 430 juta, dan terakhir Rp 500 juta.

Menjawab pertanyaan jaksa, Muyassir mengatakan, uang tersebut awalnya diminta sebesar Rp 1 miliar oleh Teuku Saiful Bahri untuk kebutuhan meugang (tradisi menyembelih ternak dalam jumlah banyak menjelang puasa Ramadhan, Idulfitri, dan Iduladha di Aceh -red ) tim relawan Gubernur Irwandi Yusuf. Tapi yang direalisasikan hanya Rp 550 juta. Tiap kali menyerahkan uang kepada Saiful Bahri melalui Fadhliatul Amri, kata Muyassir, selalu dia laporkan kepada Hendri Yuzal.

Selanjutnya, kata Muyassir, Teuku Saiful Bahri menitipkan pesan kepada Ahmadi agar dikirimkan uang lagi Rp 1 miliar untuk keperluan Aceh Marathon. Tapi yang diserahkan setengahnya saja, yakni Rp 500 juta pada 3 Juli 2018 pagi.

Muyassir juga menceritakan jalannya beberapa pertemuan dan komunikasi antara dirinya dengan Hendri Yuzal dan Saiful Bahri. Muyassir mengatakan dirinya mengomunikasikan setiap permintaan tersebut kepada Bupati Ahmadi.

Saksi Dailami mengakui dialah yang mengantarkan uang tersebut ke Banda Aceh setelah mendapat perintah dari Bupati Ahmadi. “Saya antarkan uang tersebut bersama Saudara Salman ke Banda Aceh dari Bener Meriah,” kata Dailami. Uang diserahkan kepada Muyassir. “Tapi kepada siapa uang tersebut diserahkan Muyassir, saya tidak tahu. Saya hanya diperintah mengantarkan uang oleh Bupati Ahmadi dan menyerahkannya kepada Muyassir,” ujar Dailami.

Menurut Dailami, uang tersebut sebagian dia kumpulkan dari beberapa rekanan kontraktor di Bener Meriah yang ikut lelang proyek bersumber dari Dana Alokasi Khusus Aceh atau DOKA. Sedangkan yang Rp 300 juta diserahkan oleh saksi lainnya, Munandar, setelah mendapat perintah dari Bupati Ahmadi.

Saksi lainnya Munandar yang juga adik ipar Bupati Ahmadi menjelaskan dirinya pernah diminta pinjam uang oleh Bupati Ahmadi. “Kebetulan ada dana saya untuk pembangunan toko, oleh Bupati Ahmadi dipinjam pakai dulu,” ujar Munandar.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved