Opini

Menanti Sekda Baru

BEBERAPA hari belakangan ini, media di Aceh membahas tentang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh yang baru

Menanti Sekda Baru
DOK. SERAMBINEWS.COM
Tiga calon sekda Aceh, (dari kiri) Taqwallah, M Jafar, dan Kamaruddin Andalah. 

Oleh Amri W. Hidayat

BEBERAPA hari belakangan ini, media di Aceh membahas tentang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh yang baru, menggantikan Drs Dermawan MM yang akan pensiun. Berdasarkan perkembangan terakhir telah mencuat tiga nama calon (Kamaruddin Andalah, M Jafar, dan Taqwallah), yang akan menjabat sebagai orang nomor satu dalam lingkungan birokrasi di Aceh. Nama-nama tersebut telah dikirimkan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ke kantor Kementerian Sekretariat Negara (Serambi, 12/1/2019).

Sekda merupakan posisi penting dan strategis dalam menjalankan roda pemerintahan, yang memiliki tugas untuk membantu kepala daerah dalam penyusunan kebijakan, hingga mengoordinasikan administratif pemerintahan daerah, sebagaimana tertera dalam Pasal 213 UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Pada intinya, tugas sekda adalah membantu kepala daerah dalam proses dan penyusunan kebijakan daerah, serta melakukan koordinasi administratif terhadap pelaksanaan tugas perangkat daerah dan pelayanan administratif pemerintahan daerah.

Pegangan pokok
Berbicara mengenai sekda, tidak lagi hanya sebatas proses pemilihan, harapan terhadap sekda terpilih nantinya ataupun debat kusir antara siapa di antara calon sekda yang memiliki integritas dan siapa yang tidak, melainkan bagaimana sekda nantinya dapat berfungsi lebih baik dari sebelumnya.

Dalam era otonomi sekarang ini, proses penyelenggaraan pemerintahan daerah haruslah memiliki pegangan pokok agar konsep otonomi tersebut dapat berjalan sesuai dan berlaku sebagaimana mestinya. Di antara berbagai pegangan tersebut, penerapan tata kelola pemerintahan daerah yang baik (the good local governance) adalah satu prinsip yang harus menjadi perhatian khusus.

Berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance), proses penyelenggaraan pemerintahan haruslah melibatkan berbagai pihak, baik itu pemerintah sendiri, masyarakat hingga sektor swasta. Fokusnya adalah bagaimana seluruh aktor terlibat dalam proses pengambilan keputusan hingga implementasi dari kebijakan yang sudah diambil, baik dari struktur formal maupun informal hingga pelaksanaan evaluasi terhadap kebijakan tersebut barulah tercipta good governance dengan delapan karakteristiknya, yaitu: partisipasi, akuntabilitas, transparansi, rule of law, efektif, efisien, responsif, orientasi konsensus, dan equity and inclusiveness.

Untuk menciptakan good governance dalam pemerintahan Aceh, erat kaitannya dengan bagaimana kredibilitas dan integritas sekda Aceh ke depannya. Karena indikator dalam good governance tersebut, yaitu kuatnya fungsi aparatur birokrasi pemerintah daerah yang berpihak dan responsif terhadap masyarakat. Bagaimana sekda sebagai pemimpin tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di daerah dapat mengatasi persoalan dan kebutuhan masyarakat dapat dilihat dari dua aspek, yang pertama adalah aspek internal, yang melihat bagaimana sekda nantinya mengatur hubungan antara organ-organ dalam local goverment dan masyarakat, terutama mencakup hal-hal yang berkaitan dengan struktur kelembagaan hingga mekanisme penyelenggaraan pemerintah daerah.

Aspek kedua adalah bagaimana sekda nantinya dapat menjaga keseimbangan eksternal, local goverment sebagai entitas sosial yang berada di tengah-tengah masyarakat harus lebih memperhatikan hubungan pemerintah dengan seluruh stakeholder sebagai wujud dari pemenuhan kewajiban pemerintah daerah.

Adapun tiga stakeholder paling dasar dalam penerapan good governance sendiri adalah pemerintah (state), masyarakat (society), dan sektor swasta (privat sector). Setiap sektor memiliki perannya masing-masing sebagaimana pemerintah berfungsi menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif, masyarakat berperan untuk membangkitkan dan membangun interaksi sosial, ekonomi, politik, dan sektor swasta berfungsi menciptakan pekerjaan dan pendapatan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved