Warga Adan Hilang Ditelan Arus Krueng Beukah

Seorang laki-laki warga Gampong Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)

Warga Adan Hilang Ditelan Arus Krueng Beukah
SERAMBI/ZAINUN YUSUF
Saila Purnama, bocah berumur sekitar 2,5 tahun (berdiri) dan Ny Aisyah (26) adalah anak dan istri dari Ali Ajir (32), warga Gampong Adan, Tangan-Tangan, Abdya yang dilaporkan hilang ditelan arus Krueng Beukak Blangpidie, Senin (14/1/2019). Bocah, ibu dan sejumlah kaun ibu berada di sebuah pondok wisata tepi sungai dekat bendungan irigasi Kuta Tinggi, Blangpidie, menunggu hasil pencarian korban sepanjang Selasa (15/1/2019). 

BLANGPIDIE - Seorang laki-laki warga Gampong Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), hilang ditelan arus Krueng (Sungai) Beukah Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie, Senin (14/1) sore. Hingga Selasa (15/1), korban belum ditemukan. Korban diduga panik setelah rakit kayu yang ditumpangi menabrak keras karang pada lekuk sungai, kemudian melompat ke sungai yang airnya sedang meluap.

Korban yang belum diketahui nasibnya bernama Ali Ajir (32) itu bekerja mengambil upah tarik kayu dari areal hutan di hulu Krueng Beukah. Keterangan diperoleh Serambi dari pihak keluarga dan masyarakat, setelah dua pekan bekerja menarik kayu dalam hutan pegunungan di hulu sungai, Ali Ajir pulang kampung karena persiapan bekal sudah habis.

Ayah satu putri itu pulang Senin (14/1) siang dengan menumpang rakit kayu yang dikendalikan Zul Meuraxa (22), warga Gampong Mata Ie, Blangpidie. Rakit yang ditumpangi korban terbuat dari ikatan beberapa potong kayu olahan. “Ada empat rakit kayu yang turun melalui aliran sungai. Korban menumpang rakit yang dikendalikan Zul yang berada posisi paling belakang,” kata Keuchik Gampong Mata Ie, Tgk Nasruddin AR.

Setiba di Tuwi Alue Raya sekira pukul 16.15 WIB, kondisi arus sangat deras, karena air sungai mulai meluap. Rakit kayu yang ditumpangi membentur keras karang pada sebuah lekuk aliran sungai di lokasi. Berat dugaan, benturan keras tersebut membuat panik Ali Ajir, kemudian memilih melompat ke dalam arus sungai yang meluap.

Tidak lama kemudian, korban hilang ditelan arus di lokasi Tuwi Alue Raya. Sementara rekannya, Zul bisa bertahan di atas rakit dan selamat. Demikian juga tiga warga lain masing-masing mengendalikan satu rakit, antara lain yang dikendalikan Rudi (20) juga warga Gampong Mata Ie. Dia berhasil lolos dari ganasnya arus di Tuwi Alue Raya. Lokasi ini berjarak sekitar 4 km atau satu jam jalan kaki dari bendungan Irigasi Kuta Tinggi.

Tiba di kawasan bendungan irigasi Kuta Tinggi di Gampong Babah Lhueng, mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada masyarakat setempat. Laporan tersebut diteruskan pihak berwajib.

Upaya pencarian Ali Ajir dilancarkan sejak Senin sore menjelang malam melibatkan anggota Satgas SAR Abdya, Tagana, BPBK, RAPI serta pihak keluarga dan masyarakat dari Gampong Adan, dibantu sejumlah warga Gampong Mata Ie dan Babah Lhueng. Wakil Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT turun ke lokasi bersama Kapolres AKBP Moh Basori untuk mengkoordinasikan upaya pencarian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin kepada Serambi menjelaskan, pencarian korban berlanjut Selasa (15/1). Melibatkan tim gabungan beranggotakan dari Satgas SAR Abdya, BKBK, Tagana, TNI/Polri, anggota RAPI termasuk dibantu sejumlah Anggota Basarnas Pos Meulaboh, Aceh Barat.

Pihak BPBK bersama Dinas Sosial Abdya juga telah mendirikan posko dan dapur umum di lokasi bendungan irigasi Kuta Tinggi untuk mempersiapkan konsumsi bagi anggota yang melakukan pencarian korban. Namun sampai pukul 17.00 WIB kemarin, korban yang hilang ditelan arus sungai tersebut masih belum ditemukan.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved