BC Langsa Hibahkan Bawang Sitaan

Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa menghibahkan bawang merah

BC Langsa Hibahkan Bawang Sitaan
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala DJBC Kanwil Aceh, Ronny Rosfyandi menyerahkan bawang merah hibah kepada Kepala Dinas Sosial Banda Aceh, Drs Muzakir di halaman kantor DJBC, Banda Aceh 

* Pemko Salurkan ke Keluarga Kurang Mampu

LANGSA - Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa menghibahkan bawang merah sebanyak 630 karung atau sekitar 17 ton. Barang yang ditaksir bernilai sekitar Rp 66 juta lebih itu diserahkan kepada Pemko Langsa untuk diserahkan kepada keluarga kurang mampu.

Bawang merah asal luar negeri hasil penindakan Bea Cukai ini diserahkan oleh Kepala KPPBC TMP C Kuala Langsa, M Syuhadak kepada Asisiten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Langsa, Drs H Abdullah Gade di halaman KPPBC, Rabu (16/1).

M Syuhadak menjelaskan bawang merah yang dihibahkan kepada Pemko Langsa ini berasal dari muatan kapal motor tanpa nama, merupakan barang kepabeanan atau barang ilegal yang berhasil digagalkan cukai Langsa Tim Patla BC 15030.

Ratusan karung bawang merah ilegal tersebut disita petugas Bea Cukai bersama kapal motor di Dermaga Gampong Matang Seuping, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Selasa (8/1) lalu. “Atas upaya penyelundupan bawang merah ilegal ini, kita memperkirakan kerugian negara dari sektor perpajakan mencapai Rp 23.340 895,” ujarnya.

M Syuhadak menambahkan bawang merah ini sudah diuji di laboratorium Karantina Pertanian dan dinyatakan bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan layak konsumsi. Untuk hibah sudah ada persetujuan untuk menjadi milik negara dari Kepala Kartor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Lhokseumawe No S02/MK.06/WKN DSKNL 02/2018, tanggal 14 Januari 2019.

“Hibah ini sebagai bentuk komitmen kami untuk memanfaatkan barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai untuk membantu keluarga kurang mampu,” ujarnya.

M Syuhadak juga menyinggung sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor yang diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia No:17/2006 tentang perubahan atas Undang-Undang No: 10/1995 tentang barang impor yang tidak tercantum dalam manifes.

Disebutkan, dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun, kemudian pidana denda paling sedikt Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

Dia berharap, dengan sanksi hukum ini, maka pelaku usaha maupun masyarakat tidak melakukan tindakan penyelundupan dan membeli barang hasil penyelundupan. Hal itu sebagai bentuk partisipasi warga negara untuk berupaya melindungi petani bawang.

Disebutkan, hal itu sejalan dengan fungsi Bea Cukai sebagai community protector, trade facilitator, industrial assistance dan ravenue, untuk menjadikan Kementerian Keuangan tepercaya dan Bea Cukai makin baik.

Mewakili Wali Kota Langsa, Asisten II, Drs H Abdullah Gade di sela-sela penyerahan bawang merah sitaan bea cukai menyebutkan bawang merah tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial Kota Langsa kepada mayarakat kurang mampu.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak KPPBC TMP C Kuala Langsa, yang telah menghibahkan bawang mwrah hasil sitaan kepada warga Langsa. Disebutkan, hibah bawang merah sudah beberapa kali dilakukan Bea Cukai.

“Kami sangat berterimakasih kepada pihak Bea Cukai Kuala Langsa ini, karena bawang merah tersebut tentunya akan sangat membantu masyarakat kurang mampu,” tutup Asisten II Setdako ini.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved