Penjelasan Mengapa Cita Rasa dan Aroma Masakan Terasa Berbeda Saat di Pesawat

Di pesawat, kabin bertekanan rendah menurunkan kadar oksigen dalam darah yang mengurangi kemampuan indera penciuman.

Penjelasan Mengapa Cita Rasa dan Aroma Masakan Terasa Berbeda Saat di Pesawat
NBC News
ilustrasi 

Oleh karena itu, tak heran jika rasa asin makanan yang seakan nendang menjadi hambar ketika di udara.

Namun koki penerbangan yang cerdas tahu jika ada beberapa rasa yang tetap lezat ketika pesawat mengudara.

Rasa pedas dan rasa yang kuat cukup stabil di ketinggian seperti kari Thailand atau Korea.

Selain itu, buah segar terutama jeruk juga pas untuk disantap dalam penerbangan.

Baca: Satpol PP Bongkar Paksa Enam Kios di Depan MIN 5 Ulee Kareng Banda Aceh

Rasa umami seperti yang ditemukan pada jamur, rumput laut, keju keras, dan daging yang memberikan cita rasa tinggi juga cocok untuk disajikan di pesawat.

Sementara itu, makanan yang bergantung pada cita rasa halus seperti ikan, pasta, atau unggas ketika disajikan dengan cara biasa pada akhirnya akan kehilangan rasa.

Guna mengatasi masalah tersebut, biasanya beberapa koki maskapai hanya akan meningkatkan jumlah gula dan garam untuk menggantikan rasa yang hilang dengan tempat memasak nan kurang ideal.

Baca: Meski Gaji Pas-pasan, Anggota Brimob Ini Berhasil Hidupi 79 Anak Yatim Selama Lebih dari 11 Tahun

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Inilah Alasan Kenapa Cita Rasa dan Aroma Masakan Terasa Berbeda Saat di Pesawat

Editor: Sinta Agustina

Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved