Kerap Dianggap Sebagai Ancaman, Tapi Jepang Justru Ingin Lakukan Uji Coba Hujan Meteor Buatan

Pasalnya, mereka sudah mengirim prototipe awal ke luar angkasa dengan roket Epsilon untuk dilakukan uji coba.

Kerap Dianggap Sebagai Ancaman, Tapi Jepang Justru Ingin Lakukan Uji Coba Hujan Meteor Buatan
Hujan meteor Lyrid 2013 

SERAMBINEWS.COM - Salah satu fenomena astronomi cantik yang mungkin selalu dinanti adalah hujan meteor.

Apa lagi fenomena ini hanya terjadi sekitar 22 kali dalam setahun.

Agar manusia bisa dengan mudah menikmati hujan meteor sesering mungkin atau kapan saja, perusahaan Astro Live Experiences (ALE) dari Jepang telah menyiapkan teknologi yang bisa mengirimkan hujan meteor buatan ke Bumi sesuai perintah.

Ini bukanlah ambisi main-main atau hanya bualan.

Pasalnya, mereka sudah mengirim prototipe awal ke luar angkasa dengan roket Epsilon untuk dilakukan uji coba.

Mereka menamai proyek ini Sky Canvas.

Baca: Wapres Jusuf Kalla Bersedia Buka Mubes IKA Unsyiah Jakarta, JK: Saya Juga Alumni Unsyiah

Baca: Karyawan Ini Disuruh Merangkak di Jalan yang Ramai Karena Gagal Capai Target, Alasan Manajer Aneh

Melansir Science Alert, Kamis (17/1/2019), satelit itu akan berada di orbit rendah Bumi dengan ketinggian sekitar 400 kilometer dan membawa cukup "peluru" berupa logam yang nantinya akan jadi hujan meteor buatan.

Hujan meteor buatan yang dimaksudnya sebenarnya merupakan logam kecil berdiameter satu sentimeter yang ditembakkan satelit seberat 65 kilogram ke arah Bumi.

Logam-logam itu dirancang agar bisa memasuki atmosfer sama seperti halnya hujan meteor alami.

Kabarnya, hujan meteor ini dapat terlihat hingga jarak 200 kilometer.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved