Reskrim Pidie Tetapkan Satu Tersangka Tambahan, Kasus Penimbunan Pupuk Bersubsidi

Polres Pidie kembali menetapkan tesangka penyalahgunaan atau penimbun pupuk bersubsidi, yakni Abdullah Hanafiah (50), pedagang di mutiara Timu.

Reskrim Pidie Tetapkan Satu Tersangka Tambahan, Kasus Penimbunan Pupuk Bersubsidi
Serambinews.com
Seorang buruh menyusun barang bukti pupuk bersubsidi sebanyak 5 ton yang kini diamankan di Polres Pidie, Jumat (18/1/2019) 

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Jajaran Reskrim Polres Pidie kembali menetapkan tesangka penyalahgunaan atau penimbun pupuk bersubsidi, yakni Abdullah Hanafiah (50) selaku  pedagang di Gampong Jiem Kecamatan Mutiara Timu, Pidie.

Kapolres Pidie, AKBP Andy NS Siregar SIK melalui Kasatreskrim AKP Mahliadi ST MM kepada Serambinews.com, Jumat (18/1/2019) mengatakan, dari perkembangan kasus penimbunan pupuk bersusidi di Gampong Riweuk, Kecamatan Sakti yang melibatkan T Jailani TA Jali, ternyata juga melibatkan tersangka baru yaitu Abdullah Hanafiah.

"Sejak Kamis (17/1/2019), berkas perkara keduanya telah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie," sebut Mahliadi.

Baca: Kasus Penimbunan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Sakti, Polres Pidie Sita 5 Ton Urea

Baca: Kerap Dianggap Sebagai Ancaman, Tapi Jepang Justru Ingin Lakukan Uji Coba Hujan Meteor Buatan

Ia menyebutkan, penanganan perkara penyalahgunaan penyimpangan pupuk bersubsidi ini, didukung barang bukti berupa 5.350 Kg pupuk bersubsidi.

Rinciannya, Urea 80 Zak atau setara 4.000Kg, Phonska 26 Zak atau setara 1.300Kg, dan ZA 1 Zak atau 50 Kg.

Dari hasil penyidikan sejak awal Desember 2018 atau saat kelangkaan pupuk, ternyata TJ melakukan penimbunan pupuk.

Baca: Hasil Panen Padi di Pidie Turun Drastis, Mulai dari Pupuk Langka Hingga Irigasi tak Maksimal

Baca: Momen-momen Lucu di Tengah Debat Perdana Pilpres 2019 yang Berjalan Alot

Mahliadi menyatakan, pupuk ditimbun di gudang belakang rumahnya dan kios pupuk di depan rumahnya yang tanpa plat nama.

Pelaku kemudian menjual pupuk kepada petani dengan cara utang dan dibayar kembali seusai panen.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved