3 Mobil Modifikasi Tangki Diamankan

Tim Polsek Banda Sakti Polres Lhokseumawe, Kamis (17/1) sore, mengamankan tiga unit mobil

3 Mobil Modifikasi Tangki Diamankan
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Sedot Premium dari SPBU

LHOKSEUMAWE - Tim Polsek Banda Sakti Polres Lhokseumawe, Kamis (17/1) sore, mengamankan tiga unit mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi. Ketiga mobil tersebut diamankan saat sedang mengantre pembelian premium di sebuah SPBU dalam wilayah Kota Lhokseumawe. Polisi mengamankan ketiga mobil atas dugaan melakukan penyalahgunaan BBM, khususnya premium yang saat ini persediaannya terbatas.

Ketiga mobil tersebut, yakni Daihatsu pickup BL 1824 ND dengan pemiliknya pria berinisial B, asal Muara Dua Lhokseumawe. Lalu mobil jenis sedan Lancer BL 318 ZV, dengan pemiliknya berinisial D, warga Banda Sakti Lhokseumawe. Terakhir mobil Kijang pickup BL 8230 ZB dengan pemiliknya pria berinisial I, asal Muara Satu Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arief Sukmo Wibowo dalam konferensi pers di Mapolsek, Jumat (18/1) siang, menjelaskan, keberhasilan mengamankan ketiga mobil tersebut diawali adanya laporan masyarakat tentang seringnya terjadi kemacetan saat berlangsungnya antrean kendaraan yang hendak membeli BBM jenis premium di SPBU dalam wilayah hukumnya. Selain itu, warga juga melaporkan dugaan mobil yang dimodifikasi tangki untuk membeli premium dalam jumlah yang banyak.

Oleh karenanya, pada Kamis sore saat sedang terjadi antrean panjang di SPBU Kota Lhokseumawe, polisi pun turun ke lokasi. Selain melakukan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan, pihaknya juga memeriksa sejumlah mobil yang diduga melakukan modifikasi tangki.

Hasil pemeriksaan, ditemukan tiga mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi sehingga bisa menampung BBM khususnya premium dalam jumlah yang banyak. “Selanjutnya ketiga mobil tersebut diamankan ke Mapolsek,” jelasnya.

Disebutkan, untuk menindaklanjuti kasus ini, pihaknya berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. “Untuk sementara belum ada tersangka yang kita tetapkan dalam kasus ini,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kapolsek Banda Sakti Iptu Arief Sukmo Wibowo, menyebutkan, untuk tahap awal, pihaknya telah meminta keterangan lima orang saksi, yakni dua orang operator SPBU dan tiga orang lagi pemilik mobil. “Sesuai petunjuk atasan, maka kasus ini akan segera kami limpahkan ke Polres Lhokseumawe,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya memastikan akan terus memantau bila ada mobil yang melakukan hal yang sama, yakni memodifikasi tangki untuk mendapatkan jatah premium lebih banyak. “Akan langsung ditindak,” katanya.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved