Abu Bakar Ba'asyir Bebas, Namun Ia Menolak Taat Pada Pancasila

Pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir, yang mendekam di penjara akibat kasus terorisme segera dibebaskan.

Abu Bakar Ba'asyir Bebas, Namun Ia Menolak Taat Pada Pancasila
Via Tribun Jateng/Istimewa
Abu Bakar Baasyir (tengah) didampingi Yusril Ihza Mahendra (kanan) 

SERAMBINEWS.COM - Pendiri Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir, yang mendekam di penjara akibat kasus terorisme segera dibebaskan.

Pembebasan Ba'asyir sendiri disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (19/1) Ba'asyir lantas secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada penasihat hukum Jokowi atas pembebasannya, Yusril Ihza Mahendra.

"Pak Yusril ini sudah saya kenal sejak lama. Beliau ini orangnya berani, sehingga banyak yang memusuhinya. Tetapi saya juga tahu, Beliau menempuh jalan yang benar," kata Ba'asyir seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (18/1).

Baca: Kontak Senjata Kembali Terjadi dengan KKB di Segitiga Hitam Papua, Satu Prajurit TNI Gugur

Baca: Jokowi Menyatakan Dirinya Maju Pilgub DKI Tanpa Uang, Haikal Hassan: Prabowo yang Mendanai

Baca: Saat Debat Pilpres Sandiaga Sebut Ada Nelayan Dipersekusi, Kapolres Karawang Ungkap Fakta Sebenarnya

Dalam tiga hari kedepan Ba'asyir akan membereskan barang-barang yang berada di dalam selnya.

Setelahnya beliau akan bertolak pulang ke Solo.

"Setelah bebas nanti, Baasyir akan pulang ke Solo dan akan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim," ujar Yusril.

Namun Ba'asyir menolak menandatangani dokumen pembebasan bersyarat dimana dalam dokumen mencakup taat pada Pancasila.

"Yang harus ditandatangi Pak Ba'asyir agak berat bagi beliau karena beliau punya keyakinan yang dipatuhi hanya Allah, hanya Tuhan dan beliau menyatakan hanya taat kepada Islam. 'Jadi kalau saya diminta tanda tangan taat kepada Pancasila, saya tak mau'", kata Yusril tentang isi percakapannya dengan Ba'syir di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Yusril menambahkan jika Ba'asyir hanya taat pada Islam karena sejatinya Islam dan Pancasila selaras.

Abu Bakar Ba'asyir Tribunnews

Baca: Pesan Wapres Jusuf Kalla, Jangan Membayangkan Sabang Seperti Dulu Lagi

Baca: Cerita di balik Kesuksesan Warung Mi Ayam Rp 2.000, Ternyata Menyimpan Kisah Sedih

"Beliau hanya ingin taat kepada Islam dan kita memahaminya...Tak ada pertentangan antara Islam dan Pancasila dan tak mau berdebat panjang dengan Pak Ba'asyir," tambah Yusril.

Sebelumnya Ba'asyir divonis 15 tahun penjara pada Juni 2011 karena dinyatakan bersalah dalam kasus pelatihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme berada di Indonesia.

(*)

Artikel ini telah tayang di gridhot.id dengan judul Abu Bakar Ba'asyir Bebas, Namun Ia Tak Mau Taat Pada Pancasila

Editor: Amirullah
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved