Bupati Ingin Jadikan Kawasan Puspemkab Aceh Timur sebagai Pusat Wisata Islami  

Kawasan Pusat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, rencananya akan dijadikan sebagai pusat wisata berbasis Islami.

SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH, didampingi Kajari Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas, dan Ketua Panitia event mancing M Adam, uji coba mancing Sabtu (19/1/2019) sore di kolam pancing Puspemkab Aceh Timur. Even yang digelar Minggu ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara Forkopimda dengan masyarakat Aceh Timur. 

“IMI Aceh sudah setuju, saat ini kita sedang berkoordinasi dengan tim pusat. Hal ini juga untuk memajukan dunia olahraga, seiring itupula wisata alam juga bisa dikembangkan,” ungkap Bupati, seraya mengapresiasi wartawan Aceh Timur, yang main arung jeram di sungai Lokop beberapa waktu lalu.

Baca: Wisata Islami ala Thailand Selatan

Bupati mengatakan seluruh tempat keramaian merupakan tempat wisata, karena itu setiap tempat keramaian perlu dilindungi dengan penerapan syariat Islam.

Pemkab Aceh Timur, jelas Bupati, sudah menerbitkan qanun wisata Islami. Karena itu, perlu pengawalan dan komitmen dari semua pihak agar penerapan wisata berbasis Islami bisa terwujud.

“Tidak hanya pantai, tapi semua tempat keramaian juga tempat wisata. Karena itu, perlu komitmen, dan pengawalan kita bersama agar penerapan syariat Islam pada setiap wisata dapat terwujud,” harap Bupati.

Kajari Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas, mengatakan even mancing yang digelar pihaknya untuk meningkatkan tali silaturrahmi antara Forkopimda dengan masyarakat Aceh Timur.

Selain itu juga untuk membina persatuan dan kesatuan bangsa. Dan memajukan dunia wisata Aceh Timur.

Even mancing ini, kata Kajari, direncanakan untuk menjadi even tahunan Kajari dalam rangka memperingati HUT Adhiyaksa.

Karena itu, Kajari, mengharapkan Forkopimda lainnya di Aceh Timur, juga dapat memajukan seluruh potensi wisata yang ada di Aceh Timur, melalui sejumlah even.

Baca: PKAB Seminarkan Konsep Wisata Islami

“Mudah-mudahan ke depan even wisata Aceh Timur dapat dikembangkan. Karena potensi wisatanya sangat menjanjikan,” ungkap Kajari, seraya menyebutkan, dengan wisata ini terbuka lapangan pekerjaan, sehingga para pemuda tidak terjebak dengan tindak pidana terlarang.

M Adam, ketua panitia even mancing, mengatakan, total pendaftar even mancing Kejari Idi, 500 orang.

Juara I dalam even ini diberikan hadiah Rp 1,5 juta, juara II, Rp 1 juta, dan juara II, 750 ribu. Juara harapan I, II, dan III, juga diberikan hadiah Rp 500 ribu, 300 ribu, dan 200 ribu.

“Kita juga sediakan sejumlah hadiah dooprize dan hiburan lainnya,” tutup M Adam. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved