Hama Wereng Serang Glumpang Tiga dan Baro

Hama wereng coklat mulai menyerang tanaman padi milik petani di Kabupaten Pidie yang saatini mulai menguning jelang panen

Hama Wereng Serang Glumpang Tiga dan Baro
SERAMBI/M NAZAR
Petani di Gampong Blang Drang, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, Jumat (18/1) sore, melakukan penyomprotan secara massal terhadap hama wereng coklat yang menyerang tanaman padi. Seluas 25 hektare tanaman padi diserang hama tersebut. SERAMBI/M NAZAR 

SIGLI- Hama wereng coklat mulai menyerang tanaman padi milik petani di Kabupaten Pidie yang saatini mulai menguning jelang panen, seperti di Kecamatan Glumpang Tiga dan Glumpang Baro.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Pidie, Ir Syarkawi MSi, Sabtu (19/1) mengatakan hama wereng coklat menyerang tanaman padi petani akibat perubahan iklim antara basah dan hujan. Dikatakan, perubahan iklim itu menyebabkan hama wereng leluasa hidup subur menyerang batang tanaman padi petani yang telah menguning.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan Petugas Penyuluh Pertanian (PPP) bahwa tanaman padi yang telah diserang hama wereng terjadi di Gampong Blang Drang, Kecamatan Glumpang Tiga dan Kecamatan Glumpang Baro, sebagian lagi di kecamatan lain.

“Saya bersama penyuluh, Pengamat Hama Penyakit (PHP) dan Babinsa telah turun di Gampong Blang Drang melihat kondisi padi yang terserang hama wereng coklat,” ujarnya. Disebutkan, luas tanaman padi yang diserang hama sekitar 25 hektare dan petugas telah memberikan sosialisasi kepada petani untuk penanganannya.

Syarkawi menjelaskan petugas juga memberikan pestisida nabati dan melakukan demo dengan cara penyemprotan secara massal. Pestisida menggunakan sedikit kimia, menurutnya, digunakan karena serangan hama pada tanaman padi sudah cukup mengkhawatirkan, sebab jika tidak, maka tanaman padi itu akan hangus dan meluas.

“Kita telah berkomitmen tanaman padi dan tanaman lainnya tidak menggunakan bahan pestisida kimia, karena bahan kimia akan terkontaminasi dengan masyarakat saat mengkonsumsinya. Tapi, untuk penanganan hama wereng harus dilakukan,” ujar Syarkawi.

Dia menambahkan, untuk mengatasi supaya hama wereng tidak meluas, maka penyuluh, PHP dan Babinsa harus sinergi dalam bekerja di lapangan. “Hama wereng ini setiap masa tanam padi sering terjadi akibat perubah iklim, sehingga petani harus secara massal melakukan penyemprotan untuk mencegah penyebaran ke tempat lain,” katanya.

Syarkawi menjelaskan dari total 90 ribu lebih areal pertanian produktif, sebanyak 70 ribu hektare telah ditanam padi. Sedangkan 20 ribu hektare lagi masih dalam pengolahan tanah, seperti di Kecamatan Padang Tiji, Muara Tiga (Laweung) dan kecamatan lainnya.

“Faktor tidak tersedianya air, menjadi penyebab tidak bisa membajak sawah,” katanya. Dia mengungkapkan, selesai TMT ini, sebagian petani juga diarahkan untuk menanam palawija. Sehingga tidak adanya areal sawah yang telantar akibat suplai air yang sedikit. “Paling tidak dengan adanya aktivitas menanam palawija bisa mengurangi angka kemiskinan masyarakat,” pungkasnya.(naz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved