Universitas Harus Bicara ke Depan, bukan Seperti Museum

DALAM sambutannya pada Mubes V IKA Unsyiah Jakarta, Sabtu kemarin, Wapres JK juga menyemangati generasi Aceh agar mengubah semangat

Universitas Harus Bicara ke  Depan, bukan Seperti Museum
Dok: IKA Unsyiah Jakarta
Pengurus IKA Unsyiah Jakarta berfoto bersama Wapres RI H Jusuf Kalla, Jumat (18/1/2019) 

DALAM sambutannya pada Mubes V IKA Unsyiah Jakarta, Sabtu kemarin, Wapres JK juga menyemangati generasi Aceh agar mengubah semangat bertempur menjadi semangat berusaha atau enterpreneur. Sebab Aceh punya spirit itu.

“Dulu ada Atjeh Kongsi, ada Aceh Sepakat yang menguasai perdagangan di Medan. Sekarang bagaimana? Ini tantangannya,” kata JK.

“Hanya ini cara memajukan daerah. Makin banyak entrepreuneur Aceh, makin bagus,” tambah Wapres.

Wapres JK menyebutkan, tantangan masa depan adalah enterpreuner dan profesional. “Setelah profesional, enterpreuner, baru jadi PNS, itu sebagian kecil. Alumni Unsyiah harus memikirkan ini. Bicara alumni bukan hanya bicara posisi di pemerintahan,” pesan Wapres yang juga alumni Unsyiah.

Universitas, lanjut Wapres JK, harus selalu berbicara ke depan. “Berbeda dengan museum, itu berbicara ke belakang. Kalau universitas bicara ke belakang itu mendekati museum,” tandas JK.

JK yakin, Unsyiah bicara ke depan. Ia lalu mengambil contoh Bappenas yang idenya berasal dari Aceh, yakni ‘Aceh Building Board’ pada masa Prof Madjid Ibrahim. “Ini contoh kemajuan berpikir ke depan,” puji JK.

Rektor Unsyiah, Prof Syamsul Rizal mengatakan, Unsyiah akan jadi pusat disaster nasional. Untuk itu ia minta dukungan Wapres mewujudkan gagasan ini.

Ketua IKA Unsyiah Jakarta, Ismail Rasyid mengharapkan di masa mendatang alumni Unsyiah bisa lebih berperan lagi. “Saat ini memang disadari belum begitu banyak kontribusi dari alumni,” begitu pengakuan Ismail.(fik)

harapan untuk
kemajuan aceh

* Lakukan perubahan orientasi pembangunan Sabang dari pelabuhan transit menjadi pusat industri perikanan internasional dan pariwisata
* Perbanyak even nasional dan internasional di Sabang, kunjungan wisata melalui kapal pesiar, menyiapkan infrastruktur sosial masyarakat dengan medorong tumbuhnya enterpreuneur industri pariwisata dan perikanan seperti homestay, handy kraft, restoran, penataan kawasan wisata, dan lain-lain
* Tingkatkan kerja sama tiga negara dengan mengembangkan kawasan Segi Tiga Saphulang (Sabang-Phuket-Langkawi) atau IMTGT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle)
* Ubah semangat bertempur menjadi semangat berusaha atau enterpreneur
* Makin banyak entrepreuneur Aceh, makin bagus karena tantangan masa depan adalahenterpreuner dan profesional
* Universitas harus selalu berbicara ke depan, berbeda dengan museum, itu berbicara ke belakang.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved