Logonya Dicatut Sejumlah Media, Dewan Pers Bertindak

Dewan Pers melarang media di Indonesia yang memuat logo Dewan Pers di halaman atau laman media tersebut.

Logonya Dicatut Sejumlah Media, Dewan Pers Bertindak
FOTO/DEWAN PERS
Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Banyaknya media yang mencatut logo Dewan Pers di laman media mereka membuat Dewan Pers bereaksi.

Dewan Pers melarang media di Indonesia yang memuat logo Dewan Pers di halaman atau laman media tersebut.

Sebab, hal itu bisa menimbulkan kesalahan interpretasi dan persepsi di masyarakat mengenai hubungan institusi media dengan Dewan Pers.

"Pemasangan atau pemuatan logo Dewan Pers dalam halaman dan laman semua platform media tidak diizinkan," kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/1/2019).

Baca: Obor Rakyat Disebut Akan Kembali Terbit dalam Waktu Dekat, Dewan Pers Tak Bisa Mencegah

Baca: Kasus Pengusiran Wartawan, Polisi Periksa Dewan Pers

Baca: Serambi Group Peroleh Sertifikat Dewan Pers

Baca: VIDEO Dewan Pers Kampanyekan Perang Berita Hoax

Baca: Dewan Pers: Jangan Kaitkan Agama dengan Teroris

Pelarangan tersebut, lanjut Yosep, bermula dari banyaknya laporan media, baik cetak maupun daring, yang memasang atau memuat logo Dewan Pers di halaman atau media tersebut.

Dia menegaskan, logo Dewan Pers hanya bisa digunakan untuk kepentingan institusional Dewan Pers.

Yosep juga meminta kepada institusi-institusi media yang sejauh ini memasang atau memuat logo Dewan Pers untuk segera menghapus atau menghilangkan dari halaman atau laman media yang bersangkutan.

Sementara itu, terkait dengan status verifikasi media, lanjutnya, perusahaan pers yang sudah lolos verifikasi, baik administratif maupun aktual bisa mengumumkan status terverifikasi tersebut dengan mencantumkanya di boks redaksi.

"Cantumkan dengan menyebutkan status verifikasi dan alamat Dewan Pers, yaitu https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers," ungkap Yosep.

"Bagi yang sudah terverifikasi faktual bisa ditambahkan nomor sertifikat yang sudah diterima," sambungnya.

Adapun Dewan Pers juga sedang menyiapkan QR Code untuk keperluan verifikasi khusus bagi perusahaan pers yang telah lolos verifikasi faktual. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Media Dilarang Logo Dewan Pers.

Editor: Yusmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved