Rokok tanpa Pita Cukai dari Free Trade Zone

TERKAIT penangkapan beberapa orang warga Bireuen yang diduga terlibat dalam sindikat perdagangan rokok ilegal merek

Rokok tanpa Pita Cukai dari Free Trade Zone
IST
TIM Satreskrim Polres Bireuen mengamankan barang bukti, antara lain rokok selundupan di rumah pasangan suami istri, Syukri dan Cut Nilawati di Desa Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Senin (21/1) siang. 

TERKAIT penangkapan beberapa orang warga Bireuen yang diduga terlibat dalam sindikat perdagangan rokok ilegal merek Luffman, Serambi melakukan penelusuran ke berbagai sumber untuk mencari tahu latar belakang produk maupun modus operandi penyelundupan itu sendiri.

Dari penelusuran diketahui rokok merek Luffman yang beredar tanpa pita cukai dan tulisan peringatan bahaya merokok itu berasal dari Singapura yang diproduksi oleh PT Leadon Indonesia beralamat di Kompleks Citra Buana Lot 24, Batam Center.

Rokok yang seharusnya hanya dijual di kawasan Free Trade Zone (FTZ) ini ternyata menyebar ke beberapa pulau termasuk kota-kota di Sumatera. Penyebaran rokok tanpa cukai itu diyakini dengan cara penyelundupan dengan berbagai modus melalui pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Batam.

Penyelundupan rokok dari FTZ di Batam berjalan lancar karena diduga sudah ada koordinasi dengan oknum aparat mulai dari Batam hingga ke daerah tujuan. Aktivitas penyelundupan ratusan karton rokok per hari ini merugikan negara hingga miliaran rupiah.

“Peminat rokok Luffman cukup tinggi di luar Batam karena harganya terjangkau. Peluang inilah yang dimanfaatkan dengan cara diselundupkan melalui pelabuhan tikus maupun pelabuhan resmi,” ujar seorang sumber berinisial SR, sebagaimana dikutip dan dilansir swarakepri.com tiga tahun lalu.

Sumber itu mengungkapkan penjualan rokok dari perusahaan dilakukan dengan modus jaringan terputus, yakni setiap distributor maupun grosir membeli langsung ke pabrik dan diberi nota di tempat.

“Rokok yang keluar dari lokasi pabrik merupakan tanggung jawab pembeli,” jelasnya.

Modus kedua, lanjut SR adalah dengan sistem grosir tunggal yakni barang diantar oleh pihak perusahaan, namun hanya sampai di toko. Jika rokok dijual ke luar Batam menjadi tanggung jawan pembeli.

Sumber itu juga mengungkapkan keterlibatan oknum petugas untuk melewatkan barang dari pelabuhan tikus atau pelabuhan resmi yang ada di Kota Batam seperti Jembatan Dua Barelang, Punggur, Batu Ampar, dan Sekupang untuk dikirim ke pulau-pulau di daerah Jambi, Pekanbaru, dan Padang. “Ada beberapa pemain yang menyelundupkan rokok ke pulau-pulau dan antarprovinsi di wilayah sumatera.

Rokok merek Luffman yang berjumlah ribuan batang juga pernah disita oleh aparat Polresta Banda Aceh pada November 2018 dari seorang pedagang berinisial R (28) di kawasan Punge Blang Cut.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto kepada wartawan waktu itu mengatakan, pengembangan dan pemeriksaan kasus itu diserahkan ke pihak Bea Cukai. Dari penelitian pihak Bea Cukai akan diketahui apakah ada tindak pidana terkait cukai atau tidak dalam kasus itu.(*/nasir nurdin)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved