DED Masjid Aceh di Palu Dipresentasikan

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), HT Ahmad Dadek SH, meninjau lokasi

DED Masjid Aceh di Palu Dipresentasikan
IST
KALAK BPBA, HT Ahmad Dadek, Selasa (22/1), mempresentasikan DED (detail engineering design) Masjid Nurul Hasanah di Kota Palu yang akan dibangun kembali dengan donasi masyarakat dan Pemerintah Aceh. 

PALU - Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), HT Ahmad Dadek SH, meninjau lokasi pembangunan Masjid Nurul Hasanah, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang akan dibangun dengan donasi masyarakat dan Pemerintah Aceh.

Tim Aceh yang dipimpin Kalak BPBA berada di Palu, Selasa (22/1), sekaligus mempresentasikan detail engineering design (DED) Masjid Nurul Hasanah yang akan dibangun baru menggantikan bangunan lama yang hancur akibat gempa dan tsunami 28 September 2018.

Kalak BPBA, HT Ahmad Dadek dalam laporannya kepada Serambi mengatakan, masyarakat setempat sangat antusias menghadiri presentasi yang dilaksanakan di bangunan masjid sementara dan menyambut baik DED yang ditampilkan.

Ikut hadir pada presentasi DED tersebut perwakilan Pemko Palu, yaitu Kabag Kesejahteraan, Kabid BPBD Provinsi NTB, Rektor Universitas Al-Khairat, Pengurus dan Imam Masjid Nurul Hasanah, serta iman masjid lainnya di Kelurahan Pengawu.

Menurut Dadek, peletakan batu pertama pembangunan kembali Masjid Nurul Hasanah direncanakan pada 12 Februari 2019 oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT. Masjid dengan luas 20x20 meter ini akan dibangun dengan material dari beton pada bagian bawah dan kayu untuk bagian atap.

Desain dibuat dengan melihat beberapa fungsi. Pertama fungsi masjid sebagai tempat beribadah dan melakukan kajian-kajian serta tempat sosial warga, juga dengan melihat aspek kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain untuk kenyamanan beribadah, masjid ini dirancang agar menjadi tempat yang aman dan kuat dari gempa. “Masjid ini juga nantinya dapat dijadikan sebagai pusat mitigasi bencana,” kata Dadek.

Seperti diketahui, sehari pascagempa dan tsunami Palu-Donggala, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerukan penggalangan dana kemanusiaan oleh semua elemen masyarakat.

Di bawah koordinasi BPBA dan Dinsos Aceh dengan melibatkan sejumlah organisasi sosial yang dimotori oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh dilakukan aksi penggalangan dari berbagai sumber. “Hingga saat ini tercatat donasi Aceh untuk Palu mencapai Rp 3,1 miliar,” kata Dadek.

Sementara itu pembangunan Masjid An-Nur Aceh di Lombok Utara, Provinsi NTB yang juga menggunakan sumber dana bantuan masyarakat dan Pemerintah Aceh terus dipacu dan diharapkan bisa diresmikan menjelang Ramadhan tahun ini. Menurut Dadek, saat ini penggalangan donasi difokuskan untuk korban tsunami di Selat Sunda yang diharapkan bisa mengulang sukses dua aksi kemanusiaan sebelumnya yaitu Lombok dan Palu.

Desain Masjid Nurul Hasanah di Kota Palu, merupakan refleksi dari tiga bangunan yaitu konsep tradisional Tambo dan Lobo dari Sulawesi Tengah (Sulteng) serta Rumah Aceh dari Aceh. Dengan perpaduan tersebut terbentuklah desain masjid yang atapnya gabungan dari bentuk ketiganya. Desain luar masjid akan dilengkapi ruang publik seperti taman yang asri dan tempat parkir serta tangga yang ramah disabilitas maupun yang sudah berumur.

Kalak BPBA, Ahmad Dadek,berharap agar masyarakat ikut terlibat dalam proses pembangunan dan pengawasan. “Ini untuk menyerap tenaga kerja dari kalangan masyarakat,” demikian Ahmad Dadek. (nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved