Breaking News:

Gula Rafinasi, Terlalu Berwarna Putih dan Berbahaya Bagi Kesehatan

Gula Rafinasi hanya diperuntukkan untuk kebutuhan industri makanan dan minuman karena harus melalui serangkaian

Editor: Fatimah
Shutterstock
gula gula 

SERAMBINEWS.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) baru saja mencabut izin usaha 6 perusahaan industri makanan dan minuman sepanjang tahun 2018.

Alasannya karena 6 perusahaan itu merembeskan gula Rafinasi ke pasar.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (17/1) Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggriono mengungkapan, 6 perusahaan tersebut terbukti menjual gula rafinasi untuk industri tersebut ke pasaran.

"Itu ada di wilayah Jabodetabek, Yogyakarta dan Jawa Tengah dan sekitarnya ada," ujarnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (17/1).

Baca: Seekor Anjing Bisa Mengetahui 5 Perubahan Kondisi Tubuh Manusia

Gula Rafinasi sendiri bukan gula konsumsi/dapur.

Gula Rafinasi hanya diperuntukkan untuk kebutuhan industri makanan dan minuman karena harus melalui serangkaian proses untuk memastikan keamanannya.

Lantas apa itu gula rafinasi?

Mengutip health.com, gula rafinasi adalah gula yang memiliki warna lebih putih terang.

Baca: Diduga Curi Satu Kardus Rokok Pakai Mobil Agya, Seorang Wanita Dibekuk

Hal itu menandakan tingkat kemurnian yang lebih tinggi dari gula dapur biasa.

Perbedaan gula dapur dengan gula rafinasi amat berbeda.

Alasannya gula mentah sebagai hasil olahan pertama adalah sukrosa yang disintesis dari tebu dan belum dapat dikonsumsi secara langsung.

Setelah diolah lagi, gula mentah akan menjadi gula rafinasi.

Baca: Garuda Terbangi Aceh Dua Kali Setiap Hari, Mulai 1 Februari 2019

Pada pemrosesan untuk menjadi gula ini, kandungan molases atau cairan kental yang mengandung gula telah dihilangkan.

Pembuatan gula rafinasi dimulai dari kristal gula mentah yang direndam, untuk dilembutkan di dalam sirop terkonsentrasi.

Halaman
12
Sumber: GridHot.id
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved