Pasutri Kasus Rokok Ilegal Masih Dirawat

Pasangan suami istri (pasutri), Syukri (46) dan Cut Nilawati (39), warga Desa Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang

Pasutri Kasus Rokok Ilegal Masih Dirawat
IST
TIM Satreskrim Polres Bireuen mengamankan barang bukti, antara lain rokok selundupan di rumah pasangan suami istri, Syukri dan Cut Nilawati di Desa Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, Senin (21/1) siang. 

BIREUEN - Pasangan suami istri (pasutri), Syukri (46) dan Cut Nilawati (39), warga Desa Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang, Bireuen yang ditembak polisi, Senin (21/1) siang di teras rumahnya karena diduga terlibat perdagangan rokok ilegal dan melawan petugas, hingga Selasa (22/1) masih dirawat di RSUD dr Fauziah Bireuen.

Sementara itu, dua polisi anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bireuen yang luka akibat terkena parang saat menangkap pasutri itu, kemarin masih harus rawat jalan.

Pasutri itu dijaga ketat aparat kepolisian di rumah sakit pemerintah setempat. Keduanya belum diperiksa penyidik karena masih dalam perawatan. Polisi juga belum membolehkan wartawan mewawancarai maupun mengambil foto kedua tersangka.

Informasi yang dihimpun Serambi dari sumber-sumber kepolisian menyebutkan, Syukri dan Cut Nilawati ditembak karena melawan saat ditangkap di rumahnya, Senin siang, bahkan sang istri berupaya merebut senjata polisi menggunakan sebilah parang.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH, kepada Serambi kemarin mengatakan, pasutri itu kini ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam perawatan di RSUD dr Fauziah.

“Saat ini masih dalam pengembangan, keduanya belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan sehingga butuh waktu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terang Eko.

Menurut Kasat Reskrim, saat ini Syukri sudah ditetapkan sebagai tersangka sindikat perdagangan rokok ilegal. Sedangkan istrinya, Cut Nilawati, sementara ditetapkan sebagai tersangka penyerangan terhadap anggota Polri.

“Anggota kita yang kena parang sudah divisum dan sudah membuat laporan sehingga Cut Nilawati sementara kita tetapkan sebagai tersangka penyerangan terhadap anggota Polri. Ke depan bisa saja ditetapkan sebagai tersangka sindikat perdagangan rokok ilegal seperti suaminya, Syukri,” kata Kasat Reskrim.

Sebagaimana diberitakan kemarin, tim kepolisian dari Satreskrim Polres Bireuen menembak pasutri, Syukri dan Cut Nilawati, warga Desa Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang, Bireuen yang diduga terlibat sindikat perdagangan rokok ilegal. Kasus yang menggegerkan itu terjadi Senin (21/1) siang di depan rumah pasutri tersebut.

Selain pasutri tersebut, Satreskrim Polres Bireuen juga membekuk seorang tersangka lainnya, yakni Zulkifli Saleh bersama sejumlah barang bukti. Tersangka kemarin ditahan di sel Mapolres Bireuen.

Zulkifli Saleh sore kemarin dihadirkan dalam konferensi pers di mapolres setempat bersama barang bukti rokok dan teh hijau ilegal serta beberapa barang bukti lainnya yang diduga bagian dari sindikat perdagangan rokok ilegal.

“Sindikat ini diduga jaringan internasional, memasarkan produknya di wilayah Aceh khususnya Bireuen, lewat pelabuhan tikus yang tersebar di wilayah Bireuen. Rokok itu berasal dari Singapura,” kata Eko Rendi Oktama.

Keberhasilan pihaknya mengungkap sindikat perdagangan rokok ilegal itu, ujar Eko Rendi, bermakna Polres Bireuen telah mencegah kerugian negara. “Dengan mengungkapkan sindikat ini, kita telah menyelamatkan devisa negara,” pungkas Eko. (c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved