Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Mobil Tanki Dimodifikasi

Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Selasa (22/1) kemarin, menetapkan tiga pemilik mobil yang tangkinya

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Mobil Tanki Dimodifikasi
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe, Selasa (22/1) kemarin, menetapkan tiga pemilik mobil yang tangkinya dimodifikasi sebagai tersangka. Ketiganya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, personel Polsek Banda Sakti Polres Lhokseumawe, Kamis (17/1) sore mengamankan tiga unit mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi. Ketiga mobil diamankan saat sedang mengantri pembelian premium di sebuah SPBU dalam wilayah Kota Lhokseumawe. Diduga ketiga pemilik mobil tersebut akan melakukan penyalahgunaan BBM khususnya premium yang saat ini penyediaannya terbatas.

Ketiga mobil tersebut, yakni Daihatsu pickup BL 1824 ND dengan pemiliknya pria berinisial B, asal Muara Dua Lhokseumawe. Lalu mobil jenis sedan Lancer BL 318 ZV dengan pemiliknya berinisial D, warga Banda Sakti Lhokseumawe. Terakhir, mobil Kijang pickup BL 8230 ZB dengan pemiliknya pria berinisial I, asal Muara Satu Lhokseumawe.

Ketika kasus itu masih ditangani Polsek Banda Sakti, polisi sudah memintai keterangan lima orang, yakni dua operator SPBU dan ketiga pemilik mobil. Kelima orang tersebut dimintai keterangan hanya sebagai saksi

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Riski Adrian menyebutkan, kasus penangkapan tiga mobil yang tangkinya dimodifikasi sudah dilimpahkan dari Polsek Banda Sakti kepada pihaknya. “Kita langsung menindaklanjuti kasusnya untuk proses hukum,” jelasnya.

Untuk tahap awal, lanjut Kasat Reskrim, pihaknya sudah menetapkan tiga pemilik mobil sebagai tersangka karena tertangkap tangan ketika hendak membeli premium di sebuah SPBU dalam wilayah Kota Lhokseumawe. Ketiga pria tersebut berinisial B, D, dan I.

Menurut Iptu Riski Adrian, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dalam hal niaga dan pengangkutan. Untuk niaga, mereka diduga kalau premium yang dibeli di SPBU tersebut akan dijual di atas harga yang ditentukan.

Sedangkan terkait pengangkutan, mobil yang mereka gunakan bukanlah kendaraan untuk pengangkutan BBM. “Kita akan segera meminta keterangan ketiga pemilik mobil sebagai tersangka, dan pemeriksaan saksi tambahan untuk perampungan berkas,” pungkas Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe.

Pada kesempatan itu, Iptu Riski Adrian menyebutkan, ketiga tersangka dibidik dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, yakni dugaan kesalahan dalam hal niaga serta pengangkutan. Namun, untuk tersangka tidak ditahan karena ancaman hukuman maksimal hanya tiga tahun. “Sedangkan untuk ketiga mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi, saat ini masih kita amankan di Mapolres Lhokseumawe,” pungkasnya.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved