Breaking News:

GeRAK Dorong Penegak Hukum

Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat mendorong penegak hukum segera melakukan langkah penyelidikan

Editor: bakri
KOORDINATOR Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh Barat Edy Syahputra (kanan) menyerahkan berkas laporan ke Kasat Reskrim Polres Aceh Barat AKP Fitriadi terkait kasus dugaan korupsi. 

* Usut Pengadaan Bibit Pinang yang belum Disalurkan

MEULABOH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat mendorong penegak hukum segera melakukan langkah penyelidikan terhadap proyek pengadaan bibit pinang yang hingga kini diduga belum disalurkan kepada petani. “Bila diduga ada hal yang tidak sesuai dengan aturan kontrak pengadaan tersebut, maka kita mendorong untuk segera diusut, mengingat saat ini sudah tahun 2019, sementara itu merupakan anggaran tahun 2018,” kata Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra kepada wartawan, Rabu (23/1).

Menurut Edy, dari informasi yang diperoleh pihaknya, lelang di Aceh Barat telah ditenderkan sejak 1 September 2018, dan penandatanganan kontrak telah dilakukan pada 1-5 Oktober 2018. Namun, hingga saat ini pengadaan bibit pinang untuk petani belum terealisasi sepenuhnya. Dia menyebutkan, data lelang diketahui nilai pagu paket sebesar Rp 2.869.880.000 berada di satuan kerja Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Barat dengan pemenang tender pengadaan bibit pinang tersebut adalah PT Mustika Citra Utama. “Diketahui, realisasi anggaran yang sudah dilakukan Rp 571 juta dari nilai kontrak Rp 2,85 miliar. Tapi, hingga saat ini bibitnya belum dibagikan,” jelasnya.

Terkait hal itu, GeRAK mendesak pihak terkait mengemukakan alasan yang jelas dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan kontrak lelang. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta dengan turunannya.

Ia meminta, Pemkab Aceh Barat perlu mengevaluasi kembali terhadap rekanan, sehingga negara tidak dirugikan. Apalagi, ucapnya, masyarakat sebagai penerima manfaat juga belum dapat menikmati terhadap apa yang sudah dijanjikan pemerintah tersebut. “Tentu perlu diambil tindakan tegas terhadap rekanan oleh dinas terkait karena dinilai belum mampu merealisasi apa yang menjadi kewajiban mereka,” tandasnya.

“Selain itu, kita juga mendorong penegak hukum mengusut anggaran yang sudah diluncurkan itu. Apalagi, saat ini sudah masuk tahun 2019, tetapi belum kunjung disalurkan bibit pinang kepada petani,” demikian Koordinator GeRAK Aceh Barat.

Sementara itu, informasi terbaru yang diperoleh Serambi, Rabu (23/1) kemarin, mengungkapkan bahwa petani calon penerima bibit pinang di Aceh Barat sejauh ini hanya baru menerima alat pertanian serta pupuk yang merupakan pengadaan dalam rencana program penanaman bibit pinang rakyat. Informasi tersebut diakui pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Barat. Sedangkan bibit pinang yang direncanakan disalurkan berjumlah sekitar 290 ribu bibit diperuntukkan petani yang tergabung pada sejumlah kelompok tani di kabupaten itu.(riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved