Pengacara Ajukan Penangguhan Penahanan

Pengacara dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Agus Herliza SH yang mendampingi dua tenaga medis honorer

Pengacara Ajukan Penangguhan Penahanan
SERAMBI/RIZWAN
MASSA dari perawat, bidan, dan dokter di RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat melancarkan demo antara lain meminta dua honorer yang ditahan polisi dibebaskan, Senin (21/1). 

“Kejadian ini merupakan bentuk kelalaian dari pihak rumah sakit yang bertanggung jawab dalam hal melakukan pengawasan terhadap pelayanan medis yang diberikan kepada pasien. Untuk itu, kami minta Pemkab untuk melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelayanan RSUD agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Barat pada Kamis (17/1) sore, resmi menahan dua tenaga honorer yang bertugas di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh dalam kasus meninggalnya pasien Alfa Reza (11), usai disuntik. Kedua honorer yang merupakan perawat piket pada malam peristiwa itu, yakni Erwanty (29) dan Desri Amelia (24).

Kasus itu bermula saat pasien bedah bernama Alfa Reza (11), bocah asal Desa Pante Ceureumen, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat meninggal pada Sabtu (20/10/2018) sekitar pukul 00.30 WIB, setelah beberapa kali disuntik petugas medis di RSUD Cut Nyak Dhien. Kabar meninggalnya Alfa Reza yang masih duduk di kelas II SMPN Pante Ceureumen itu merebak cepat. Apalagi, ayah pasien bernama Suwardi sempat meluapkan emosinya dengan memecahkan kaca ruang rawat anak rumah sakit tersebut.

Selain Alfa Reza, kasus yang sama juga menimpas Ajrul Amilin (15). Bocah asal Pasie Teubee, Aceh Jaya itu juga mengembuskan napas terakhir setelah disuntik oleh tenaga medis di RSUD Cut Nyak Dhien. Namun, pihak keluarga langsung membawa pulang jenazah Ajrul ke rumahnya setelah sebelumnya ia dirawat pascaoperasi usus buntu di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) Aceh dan Persatuan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPPNI) Aceh pada Selasa (22/1) malam, melakukan pertemuan dengan keluarga dua tersangka di Meulaboh. Mereka membicarakan langkah-langkah yang akan diambil dengan harapan kedua honorer yang kini ditahan bisa segera dibebaskan dari jeratan hukum.

Staf Sosial Masyarakat dari ILIMIKI Aceh, Rono Julianda kepada Serambi, kemarin, mengatakan, mereka berencana pada Kamis (24/1) hari ini, akan melancarkan aksi demo ke RSUD Cut Nyak Dhien dan Kantor Bupati Aceh Barat. Aksi unjuk rasaitu sebagai bentuk solidaritas untuk meminta RSUD ikut bertanggung jawab terhadap kasus yang menimpa kedua honorer yang kini harus mendekam di tahanan polisi. “Padahal, kedua perawat itu hanya pekerja kecil,” ucap Rono.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved