Sumur Bor Warga Semburkan Lumpur

Sumur bor yang baru digali di kebun cabai Desa Tanjong Meunye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara

Sumur Bor Warga Semburkan Lumpur
IST
SEMBURAN lumpur dari sumur bor di Desa Tanjong Meunye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, mencapai 25 meter, Rabu (23/1). Kebun yang terkena dampak semburan lumpur (kanan). 

* Sebelas KK Mengungsi

LHOKSUKON - Sumur bor yang baru digali di kebun cabai Desa Tanjong Meunye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, menyemburkan lumpur pekat sekitar 25 meter ke udara, Rabu (23/1) sekira pukul 09.30 WIB. Sumur tersebut digali sehari sebelumnya untuk dimanfaatkan airnya menyiram tanaman cabai milik Rustam Effendi. Meski diameter sumur bor itu sempat meluas sampai enam meter, tapi pada pukul 16.00 WIB kemarin semburannya berhenti total.

Akibat kejadian itu, sebelas kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi semburan mengungsi ke sejumlah rumah warga lainnya di kawasan itu. Mereka mengungsi karena khawatir akan terjadi longsor di kawasan itu, mengingat diameter sumur bor sudah mencapai enam meter.

“Penggalian sumur bor itu diupahkan adik saya kemarin. Airnya untuk menyiram cabai yang baru berbunga. Di kawasan kami sangat sulit mendapatkan air, apalagi air sumur sudah mulai kering karena sudah lama tak turun hujan,” ujar Mukhlis (48), warga Tanjong Meunye kepada Serambi .

Menurutnya, pekerja baru menggali sumur tersebut pada hari Selasa sedalam 6 meter pipa atau sekitar 36 meter. Lalu kemarin pagi pekerja hendak melanjutkan penggalian. Namun, belum sempat dilanjutkan, tiba-tiba sudah terjadi semburan. Pekerja pun langsung kabur. “Akibat semburan itu sebagian besar tanaman cabai kami mati tertimbun lumpur,” ujar Mukhlis.

Abdul Rafar, warga Tanah Jambo Aye, mengatakan ketika sumburan terjadi warga di kawasan itu sempat ketakutan, karena di situ belum pernah terjadi peristiwa yang demikian. “Ketinggian sumburan melewati pucuk pinang yang berada di kawasan itu, ya sekitar 25 meter,” ujar Rafar.

Keuchik Tanjong Meunye, Mawardi menyebutkan akibat semburan itu warga mengungsi karena khawatir terjadi longsor, mengingat mulut sumur bor kian meluas. “Jadi, sebelas KK tersebut mengungsi ke rumah tetangga untuk sementara waktu,” katanya.

Menurut Mawardi, warga tidak berani pulang ke rumahnya, sebelum ada pihaknya yang menyatakan secara resmi bahwa kondisi semburan lumpur itu sudah aman.

Camat Tanah Jambo Aye Hanifza Putra mengatakan, meskipun semburan lumpur sudah terhenti, tapi pihaknya masih meminta petugas untuk terus memantau kondisi di lokasi semburan tersebut, sehingga dapat segera dilaporkan bila terjadi semburan lagi atau butuh bantuan. “Sore tadi sumburan sudah berhenti,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara Fakhrurradhi MH kemarin menyebutkan, setelah mendapat informasi tentang semburan, pihaknya langsung menurunkan tim untuk mengambil sampel guna dikirim ke laboratorium. “Tadi sudah diambil sampelnya. Sedangkan untuk menyatakan penyebab semburan tersebut mungkin dari Dinas Pertambangan dan Energi Aceh yang bisa menyatakannya,” ujar Fakhrur.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved