PNS Singkil ‘Akali’ Fingerprint

Fenomena unik terjadi di kantor Bupati Aceh Singkil. Sesaat pintu kantor dibuka petugas jaga, sejumlah pegawai negeri

PNS Singkil ‘Akali’ Fingerprint
DULMUSRID, Bupati Singkil

* Usai Absen, Pulang Lagi

SINGKIL - Fenomena unik terjadi di kantor Bupati Aceh Singkil. Sesaat pintu kantor dibuka petugas jaga, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) sudah hadir untuk mengisi absen kehadiran dengan menempelkan sidik jari (fingerprint). Tapi, para aparatur sipil negara (ASN) yang hanya memakai daster untuk perempuan atau berkain sarung bagi PNS laki-laki itu bukan untuk bekerja, namun hadir pagi-pagi cuma mengisi absen sidik jari, lalu kemudian pulang lagi. Tingkah ‘nyeleneh’ ini rupanya untuk mengelabuhi kewajiban absen sidik jari yang diterapkan Pemkab Aceh Singkil dalam sistem e-kinerja.

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid saat menghukum PNS di jajarannya yang tak disiplin dengan berbaris di halaman kantor bupati setempat, Pulau Sarok, Singkil, Kamis (24/1). Pengarahan itu merupakan sanksi dari Bupati terhadap PNS yang tidak mengikuti apel gabungan pada 17 Januari lalu. “Ada yang masih pakai daster dan pakai sarung, tekan tombol absen. Setelah itu pulang masak sayur, malam datang lagi absen,” kata Dulmusrid dengan nada tinggi.

Menurut Bupati, ada juga PNS yang datang hanya sekedar absen. Setelah itu, pergi duduk di warung kopi atau mondar mandir di luar kantor, tanpa merasa malu dengan masyarakat karena meninggalkan tugasnya sebagai abdi negara. “Penerapan tukin (tunjangan kinerja) yang sangat besar belum mampu meningkatkan kinerja. Saya akan evaluasi itu, kalau perlu tak usah ada tukin lagi,” tukas Dulmusrid.

Dia menyebutkan, pegawai di jajarannya hanya takut kehilangan statusnya sebagai PNS. Tetapi tanggung jawab terhadap pekerjaan tidak ada. Padahal, ucap Bupati, PNS harus memberi contoh baik terhadap masyarakat. “Saya malah mendapat informasi ada PNS yang berbuat maksiat, mengonsumsi miras, dan narkoba. Saya akan lakukan tes urine tunggu saja,” tandasnya.

Bupati Dulmusrid yang terlihat kesal bahkan sampai menegaskan, siap menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap PNS yang tidak bisa algi dibina. Menurut dia, masih banyak yang berminat menjadi PNS, sehingga tidak rugi jika kehilangan pegawai tak mampu menjalankan tugas dengan baik.

Ironisnya, saat Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid memberikan arahan, oknum PNS yang baris di belakang malah duduk sambil asyik main handphone (telepon genggam). Tingkah oknum PNS yang duduk di baris belakang itu sangat kontras dengan rekan-rekannya yang berdiri tegap dalam barisan. Termasuk kepala dinas dan asisten yang berdiri rapi mendampingi bupati.

Ulah PNS tersebut memang luput dari perhatian Bupati Dulmusrid. Namun, sebagian oknum PNS itu segera berdiri dan kembali ke barisan saat Serambi mengarahkan jepretan kamera. Akan tetapi, lebih banyak yang tak peduli, karena keasikan main telepon genggam.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved