Abdya Kekurangan Urea dan NPK

Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menerima alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian pada tahun 2019 sebanyak 4.750 ton

Abdya Kekurangan Urea dan NPK
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Pekerja memuat ratusan ton pupuk bersubsidi di Gudang Penyangga Lini III Abdya di Desa Keude Paya, Blangpidie, Jumat (26/1/2018). 

* Ekses Pemangkasan Jatah Pupuk Bersubsidi

BLANGPIDIE - Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menerima alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian pada tahun 2019 sebanyak 4.750 ton, terdiri dari 2.000 ton Urea, 1.700 ton NPK Phonska, 450 ton SP-36, dan 600 ton ZA. Namun, jumlah tersebut tidak mencukupi untuk memenuji kebutuhan tiga kali musim tanam dengan luas lahan sawah mencapai 10.289 hektare (ha) yang tersebar di sembilan kecamatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, drh Nasruddin yang dihubungi Serambi, Jumat (25/1), menjelaskan, alokasi pupuk bersubsidi untuk Abdya itu berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Nomor: 820/1770/VI.I tanggal 27 Desember 2018. Dari alokasi pupuk bersubsidi tersebut, jelasnya, yang paling terasa berkurangnya dibandingkan alokasi tahun lalu adalh jenis Urea dan NPK Phonska.

Pasalnya, alokasi Urea tahun ini berkurang 344 ton dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2.344 ton. Demikian juga dengan NPK Phonska yang jatahnya berkurang 398 ton dibandingkan alokasi tahun lalu sebanyak 2.098 ton. “Alokasi Urea dan NPK Phonska 2018 sebanyak itu setelah mendapat penambahan masing-masing 200 ton,” kata Nasruddin.

Untuk pupuk jenis ZA, jelasnya, alokasi 600 ton tahun ini masih rendah 35 ton dibandingkan tahun lalu sebanyak 635 ton. Sebaliknya, pupuk SP-36 justru mendapat tambahan alokasi 260 ton sehingga menjadi 450 ton pada tahun ini, dibandingkan alokasi tahun lalu hanya 190 ton.

Menurut Nasruddin, jika alokasi pupuk bersubsidi tahun 2018 saja tidak sebanding dengan luas lahan yang mencapai 10.289 ha, maka pada tahun ini, kekurangan pupuk akan semakin besar. “Alokasi tahun lalu saja, kita kekurangan 30 persen untuk semua jenis pupuk bersubsidi. Maka tahun 2019 ini yang diprogramkan tiga kali musim tanam, tentu kekurangan lebih dari 30 persen,” paparnya.

Dia mengakui, kekurangan pupuk bersubsidi yang sangat terasa adalah jenis Urea, dan NPK Phonska, serta ZA. Malahan, kekurangan tersebut akan jauh lebih besar karena alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2019 ini, hanya untuk sektor pertanian, belum termasuk kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor perkebunan rakyat dan perternakan.

Usul Penambahan ke Provinsi
Lebih lanjut, Kepala Distanpan Abdya, Nasruddin menerangkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Bupati Akmal Ibrahim tentang kemungkinan dilakukan usulan penambahan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2019. “Kita minta penambahan minimal 30 persen dari alokasi yang sudah diberikan untuk semua jenis pupuk,” ucap Nasruddin.

Pada tahun 2018 lalu, paparnya, Distanpan Abdya juga mengajukan usulan penambahan alokasi 30 persen untuk semua jenis pupuk bersubsidi kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Tapi, yang ditambah alokasi hanya pupuk Urea dan NPK Phonska masing-masing 200 ton. “Usulan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ini akan diajukan di penghujung tahun atau setelah melihat perkembangan kebutuhan pupuk pada musim tanam kedua tahun ini,” pungkasnya(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved