Novel Baswedan Pesimis Tim Gabungan Bentukan Jenderal Pol Tito Karnavian Bakal Ungkap Kasusnya

dalam rekomendasi Komnas HAM disinggung bahwa para penyidik sebelumnya melakukan abuse of process

Novel Baswedan Pesimis Tim Gabungan Bentukan Jenderal Pol Tito Karnavian Bakal Ungkap Kasusnya
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

SERAMBINEWS.COM - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan mengaku pesimis tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dapat mengungkap kasus penyerangan yang dialaminya.

"Poinnya adalah, saya sempat mempertanyakan atau bisa dikatakan saya pesimis tim ini akan bekerja benar," ujar Novel Baswedan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019).

Alasan pesimisme Novel Baswedan terkait pengusutan kasus penyiraman air keras lebih dikarenakan anggota dari tim gabungan itu sendiri.

Baca: Pembentukan Tim Khusus Kasus Novel Timbulkan Reaksi Sejumlah Pihak: Pencitraan hingga Politisasi

Novel Baswedan melihat para penyidik yang tergabung dalam tim baru itu masih merupakan anggota lama di tim terdahulu yang tidak bisa mengungkap kasusnya.

"Logikanya sederhana, karena tim ini kalau tidak salah dalam dasar pembentukannya merupakan rekomendasi dari Komnas HAM. Tim ini isinya diantaranya penyidik sebelumnya," kata Novel Baswedan.

Selain itu, kata Novel Baswedan, dalam rekomendasi Komnas HAM disinggung bahwa para penyidik sebelumnya melakukan abuse of process.

Baca: Sumur di Tanah Jambo Aye Ini Semburkan Lumpur Setinggi 10 Meter

Bahkan, penyidik disebutnya seperti tidak tertarik pada temuan Komnas HAM.

"Dan rekomendasi Komnas HAM apa yang dilakukan penyidik sebelumnya itu abuse of process lalu pertanyaannya tim ini memeriksa apa? Itu agak janggal," kata Novel Baswedan.

"Tim ini akan memeriksa saya, ini saya lihat sebagai kejanggalan baru. Tim ini ingin berpijak dimulai dari diri saya. Aneh, seperti tidak tertarik dengan hasil temuan Komnas HAM. Saya susah untuk berupaya menggunakan akal logika saya," imbuh Novel Baswedan.

Novel Baswedan menilai seperti ada upaya untuk tidak mau mengungkap kasus ini, karena serangan tidak terjadi pada tempat tersembunyi dan polisi tidak mengambil CCTV di lokasi.

Baca: 600 Hari Penyerangan Novel Baswedan, KPK Kembali Tagih Komitmen Jokowi Tuntaskan Kasus Novel

Atas dasar itu, Novel Baswedan menduga ada upaya menghilangkan alat bukti, sehingga kasus penyerangan terhadap dirinya tidak akan pernah terungkap.

"Kenapa sih tidak mau diungkap? ini serangan tidak terjadi pada tempat tersembunyi. CCTV tidak diambil polisi, dua minggu sebelumnya ada perampokan dan polisi mengambil CCTV tersebut dan menemukan pelaku. Artinya polisi atau penyidik Polri yang bertugas mestinya tahu ada CCTV, tapi untuk kasus saya mereka tidak mengambil," kata Novel Baswedan.

"Sidik jari, belakangan ini saya ketahui sudah tidak ada. Bukti elektronik malah hilang. Sebagai orang yang punya nalar saya berfikir apa yang saya ketahui dari sisi yang lain digunakan untuk pembuktian, kemungkinan kedua bukti-bukti lain dihilangkan dengan sempurna," tutur Novel Baswedan.(*)

Baca: Video Mesum Disebar Siswa SMK, Tak Terima Putus Cinta Dengan Siswi SMA 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Alasan Novel Baswedan Pesimis Tim Gabungan Bentukan Kapolri Bakal Ungkap Kasusnya

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved