Setelah Otaki Pembunuhan Suami, Jamaliah Menyamar

Jamaliah (30), warga Desa Blang Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan

Setelah Otaki Pembunuhan Suami, Jamaliah Menyamar
kompas.com
Ilustrasi 

LHOKSUKON - Jamaliah (30), warga Desa Blang Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap suaminya, Jazuli bin Ismail (34), penjual es campur, ternyata mengubah nama atau menyamar jadi Novi ketika sudah bekerja di warung makan di Banda Aceh. Janda dua anak itu kabur ke Banda Aceh setelah mengotaki pembunuhan suaminya dengan menyuruh pria selingkuhannya.

Diberitakan sebelumnya, Jazuli ditemukan oleh istrinya tewas bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher, Sabtu (15/9/2018) sekira pukul 02.30 WIB, di tempat tidur dalam kamarnya. Sebelum kejadian itu, Jamaliah mengaku tertidur di kamar lain saat menidurkan anaknya. Belakangan terungkap pelaku pembunuhan itu dilakukan Mus alias Adi Pukik (26), warga Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, dan Jamaliah.

Adi ditangkap di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara, pada Selasa (22/1) sekira pukul 14.00 WIB. Sedangkan Jamaliah ditangkap di Peunayong, Banda Aceh, pada hari yang sama sekira pukul 22.00 WIB.

“Jamaliah kabur ke Banda Aceh setelah kasus itu mulai berhasil kita ungkap. Lalu kita mendapat informasi kalau Jamaliah sudah bekerja di sebuah warung makan di kawasan Peunayong, Banda Aceh,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, Jumat (25/1).

Disebutkan, Jamaliah sudah bekerja di warung makan tersebut selama 22 hari. Ketika ditanyakan petugas Jamaliah mengaku bernama Novi, bukan Jamaliah. Lalu petugas memperlihatkan foto dirinya, saat itu Jamaliah langsung menangis, kemudian ibu dua anak itu pun ditangkap petugas.

Tersangka Jamaliah mengaku merencanakan pembunuhan itu karena sering dimarahi suaminya, kemudian Jamaliah menceritakan setiap kejadian tersebut kepada Adi. “Lalu Adi meminta kepada Edi Saputra untuk mengantarkan dirinya ke rumah korban dengan tujuan untuk membunuh korban,” katanya.

Dalam kasus itu polisi sudah memeriksa delapan saksi dalam kasus tersebut. Untuk barang bukti yang sudah diamankan dalam kasus itu berupa sebilah parang, sepmor Scoopy, dan satu buah handphone. “Jadi, dalam kasus ini hanya dua tersangkanya, Adi dan Jamaliah,” kata Iptu Rezki.

Terancam 15 tahun
Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi kemarin menyebutkan kedua tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut dijerat dengan Pasal 340 juncto Pasal 338 juncto Pasal 338 tentang pembunuhan berencana secara bersama-sama. Karena itu, tersangka terancam hukuman penjara 15 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved