Vietnam Tahan Aktivis HAM Chau Van Kham, Hingga Kini Keberadaannya Masih Misteri

Vietnam menahan aktivits HAM terkemuka Chau Van Kham, saat berkunjung ke Ho Chi Minh, dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Vietnam Tahan Aktivis HAM Chau Van Kham, Hingga Kini Keberadaannya Masih Misteri
shutterstock
Borgol 

SERAMBINEWS.COM - Vietnam menahan aktivis HAM terkemuka, Chau Van Kham, saat berkunjung ke Ho Chi Minh. Pensiunan berusia 70 tahun itu, adalah pegiat demokrasi asal Vietnam yang kini menjadi warga negara Australia.

Chau Van Kham yang sebelumnya seorang pengusaha kecil dari Sydney, dan sekarang menjadi pegiat HAM dan anggota kelompok pro-demokrasi bernama Viet Tan.

Phong Nguyen, teman dan juga anggota Viet Tan, mengatakan Chau mengunjungi Vietnam dalam rangka mencari fakta mengenai situasi HAM di negara tersebut.

Chau ditahan ketika bertemu dengan seorang teman di Vietnam, Nguyen Van Vien, anggota Brotherhood for Democracy, pada 13 Januari di Ho Chi Minh City.

Pihak berwenang Vietnam mengatakan kepada istri Nguyen bahwa suaminya ditahan, namun tidak memberikan alasan bagi penahanan, kata Phong Nguyen.

"Mereka tidak mengizinkan istrinya bertemu dengan suaminya," kata Nguyen, Jumat (25/1/2019).

Keluarga Chau sudah memberitahu Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengenai kemungkinan Chau ditangkap minggu lalu, dan mendapat pemberitahuan dari DFAT bahwa mereka sedang menyelidiki kasus tersebut.

Nguyen mengatakan Chau belum mendapatkan bantuan konsuler sama sekali.

"Kami masih belum mengetahui keberadaannya, dan keselamatannya. Keluarganya ingin mengirim obat yang dibutuhkan Chau ke Vietnam, namun pertama-tama mereka ingin tahu keberadaannya," terang Nguyen.

Baca: KontraS Aceh: Capres belum Komit Tuntaskan Kasus HAM

Baca: Nama Aktivis HAM Munir Dijadikan Nama Jalan di Belanda

Baca: Terpidana Kasus Pembunuhan Aktivis Munir Jadi Anggota Partai Berkarya ‘Besutan’ Tommy Soeharto

Viet Tan menggambarkan organisasi itu sebagai kelompok pro-demokrasi yang damai, namun organisasi tersebut dianggap sebagai organisasi teroris oleh Hanoi.

"Kami sadar betul bahwa polisi Vietnam memiliki sejarah untuk menjebak pegiat yang damai dengan tuduhan yang dibuat-buat," kata Nguyen.

Human Right Watch (HRW) menyebut Vietnam adalah negara dengan catatan HAM yang buruk.

Menurut HRW, Partai Komunis Vietnam mempertahankan monopoli atas kekuasaan politik dan tidak memungkinkan adanya penentangan terhadap kepemimpinannya.

HRW menyampaikan hak-hak dasar di Vietnam, termasuk kebebasan berbicara, berpendapat, pers, berserikat, dan beragama, sangat dibatasi.(Anadolu Agency)

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved