Blangkejeren-Kutacane Masih Rawan Longsor

Arus lalu lintas di lokasi longsor kawasan Pungke Putri Betung, Gayo Lues (Galus), sudah mulai normal

Blangkejeren-Kutacane Masih Rawan Longsor
SERAMBI/RASIDAN
ARUS lalu lintas Gayo Lues-Aceh Tenggara sudah mulai normal. Namun kawasan tersebut masih rawan longsor, sehingga pengendara diminta menghindari melintas pada malam hari. Foto direkam Jumat(25/1). 

* Hindari Perjalanan Malam Saat Musim Hujan

BLANGKEJEREN - Arus lalu lintas di lokasi longsor kawasan Pungke Putri Betung, Gayo Lues (Galus), sudah mulai normal. Meski demikian, alat berat terlihat masih disiagakan mengingat lokasi tersebut masih sangat rawan terjadi longsor susulan.

“Kawasan Pungke Putri Betung lintasan Blangkejeren-Kutacane masih sangat rawan terjadi longsor,” ungkap Kapolres Galus, AKBP Eka Surahman melalui Kapolsek Putri Betung Ipda Hery Budi kepada Serambi, Sabtu (26/1).

Untuk itu, ia mengharapkan kepada pengendara agar menghindari perjalanan malam dari Galus ke Aceh Tenggara (Agara), terutama saat musim hujan. Pihaknya bersama unsur Muspika selalu siaga disaat terjadi longsor maupun pada musim hujan.

“Kita akan terus memantau dan memastikan kelancaran arus transportasi di lintasan Blangkejeren-Kutacane,” ucapnya.

Seperti diketahui, transportasi darat di Jalan Nasional Aceh-Sumut yang menghubungkan Galus- Agara sempat macet total hingga Jumat sore kemarin akibat longsor yang menimbun badan jalan di kawasan Desa Pungke, Kecamatan Putri Betung, Galus.

Informasi diperoleh Serambi dari Unsur Muspika Putri Betung, longsor terjadi setelah wilayah itu diguyur lebat sejak Kamis (24/1) malam sekitar pukul 22.30 WIB hingga Jumat (25/1) pukul 02.00 WIB. Longsor terjadi sejak pukul 01.30 WIB menyebabkan arus lalu lintas dari Blangkejeren (Galus) menuju Kutacane (Agara) dan sebaliknya lumpuh total hingga Jumat petang kemarin.

Sebuah mobil pribadi milik warga Takengon, Aceh Tengah, Avanza BK 2141 SOT yang mencoba menerobos material longsor terjebak dan terpacak di tengah tumpukan lumpur bercampur batu bahkan nyaris tertimbun.

“Longsor di Pungke itu sudah menjadi langganan setiap musim hujan, bahkan Pemkab Galus melalui BPBD dan intansi terkait lainnya sudah berulang kali menangani persoalan itu. Kita berharap PPK 8 selaku penanggung jawab ruas jalan itu dituntut selalu tanggap dan bergerak cepat jika longsor terjadi,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Galus, Suhaidi.

Para sopir angkutan umum lintas Gayo Lues - Sumatera Utara juga membenarkan bahwa kawasan Pungke kecamatan Putri Betung saat ini masih sangat rawan longsor. Karena itu mereka memilih berangkat lebih awal dibanding biasanya yang bergerak selepas magrib.

“Biasanya trayek dari Blangkejeren ke Medan berangkat selepas shalat magrib, namun akhir-akhirnya para sopir dan penumpang memilih berangkat lebih cepat untuk menghindari kawasan longsor di Pungke Putri Betung,” kata Fendi, sopir trayek Galus-Sumut di Terminal Blangkejeren, kepada Serambi, Sabtu (26/1).

Hal serupa juga diutarakan sopir mobil pribadi lainnya, Hasbi. Ia menyarankan bagi pengendara lainnya yang ingin bepergian dari Blangkejeren ke Kutacane atau sebaliknya, agar menghindari perjalanan malam karenanya salah satu kawasan di kecamatan Putri Betung masih rawan longsor.

“Hingga saat ini material longsor di Pungke belum berhasil dibersihkan dan dibuang dari badan jalan nasional tersebut, sehingga sangat dikhawatirkan badan jalan tertimbun lagi, meskipun alat berat terus disiagakan,” sebut Hasbi didampingi keluarganya.(c40)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved