SBY Minta Semua Pihak Terus Jaga Damai Aceh

Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta masyarakat Aceh untuk terus bersyukur

SBY Minta Semua Pihak Terus Jaga Damai Aceh
SERAMBI/ SUBUR DANI
Presiden Ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersalaman dengan ulama kharismatik Aceh, Tgk H Usman Ali atau yang lebih akrab disapa Abu Kuta Krueng dalam perjalanan tur SBY Toba-Seulawah di kawasan Pidie Jaya, Sabtu (26/1). 

BANDA ACEH - Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta masyarakat Aceh untuk terus bersyukur kepada Allah Swt atas terwujudnya perdamaian antara RI dan GAM, 13 tahun lalu. Ketua Umum Partai Demokrat ini juga berpesan, semua pihak di Aceh untuk terus menjaga, merawat, dan memperkuat perdamaian tersebut, demi terciptanya pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Aceh yang lebih baik.

“Alhamdulillah dengan perjuangan hampir lima tahun, ketika saya menjadi Presiden, konflik bisa kita akhiri dengan damai dan penuh martabat. Tentu, kita tidak boleh menyia-nyiakan anugerah Allah ini, Allah sudah mengabulkan permintaan kita semua,” kata SBY di hadapan ratusan warga saat singgah pada sebuah warung di kawasan Pidie Jaya (Pijay), Sabtu (26/1) siang.

Kehadiran SBY di Pijay kemarin masih dalam rangka tur atau safari politiknya di pantai timur Aceh. Kemarin, SBY dan Ani Yudhoyono bersama rombongan termasuk Edhie Baskoro Yudhoyono, berangkat dari Lhokseumawe menuju Aceh Utara, Bireuen, Pijay, Pidie, Aceh Besar, dan finish di Banda Aceh. Sebelumnya, SBY sejak Kamis (24/1) memulai tur dari Sumatera Utara sampai ke Lhokseunawe.

Dalam pertemuan dengan warga di Pijay kemarin, turut hadir Bupati dan Wakil Bupati setempat, Aiyub Abbas dan Said Mulyadi, anggota DPR RI asal Aceh yaitu Teuku Riefky Harsya, Muslim SHI, anggota DPRA yakni Dalimi dan Alaidin Abbas, serta sejumlah petinggi Partai Demokrat Pijay dan Aceh.

Terkait perdamaian Aceh, SBY mengatakan, lika-liku menyelesaikan konflik secara damai ditempuh dengan berbagai cara sejak dirinya menjabat menteri. Saat itu pula, SBY mengaku akrab dengan Aceh, hampir semua kabupaten/kota di Aceh pernah dikunjunginya. “Ke Tapaktuan, Kutacane, Meulaboh, Pidie, dan ke kabupaten/kota lain saya datang dan bertemu dengan banyak tokoh. Tujuannya cuma satu, mewujudkan perdamaian di Aceh,” kata SBY didampingi Ani Yudhoyono.

Saat itu, menurut SBY, tidak mudah bagi semua pihak untuk menghadirkan perdamaian karena konflik di Aceh sudah berlangsung lama. Namun, katanya, Allah menggerakkan hati kedua pihak untuk segera bersatu kembali, mengakhiri konflik, dan berdamai demi Aceh. Dengan usaha dan kerja keras para pihak, lanjutnya, perdamaian yang diharapkan masyarakat Aceh terwujud meski melalui jalan lain yakni musibah tsunami 2004. “Allah menguji lagi kita dengan tsunami, musibah besar bagi Indonesia dan Aceh khususnya. Tapi, yang jelas Allah mengabulkan doa kita, Allah memberikan perdamaian bagi Aceh,” terang SBY.

Karena itu, menurutnya, perdamaian yang sudah terwujud itu adalah sesuatu yang sangat bernilai bagi bangsa ini, terlebih kepada kedua pihak dan masyarakat Aceh. Karena itu, tegas SBY, perdamaian Aceh tak boleh terganggu atau terusik dengan apapun. Masyarakat Aceh harus bahu membahu menjaga damai dan merawatnya hingga kapan pun. Menurut SBY, banyak negara yang tak mampu merawat perdamaian, karena diganggu oleh hal-hal baru.

“Damai yang sudah kita raih ini jangan sampai terganggu atau terusik oleh gangguan-gangguan baru. Saya tulus ikhlas mencintai Aceh. Meski tidak lagi menjadi Presiden, saya mengajak mari sama-sama kita merawat perdamaian ini. Kalau ada masalah, mari kita selesaikan dengan bijak dan musyawarah,” ungkapnya.

Fase berikut yang terpenting setelah damai, lanjut SBY, Aceh harus dipastikan lebih sejahtera. Pemerintah, katanya, mulai dari presiden, gubernur, dan bupati/wali kota, harus bekerja sungguh-sungguh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh. “Apa artinya damai jika kita semua tak melakukan itu. Saya sudah perintahkan jajaran Partai Demokrat Aceh untuk bekerja meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata SBY.

Disambut Abu Kuta Krueng
Dalam pertemuan dengan masyarakat Pijay kemarin, SBY juga disambut Tgk H Usman Ali (Abu Kuta Krueng). SBY tampak sangat akrab dengan Abu Kuta Krueng, keduanya bersalaman dan saling mencium pipi di hadapan masyarakat.

Seusai bersalaman, SBY pun memberi testimoni tentang sosok Abu Kuta Krueng. SBY mengaku cukup mengenal Abu Kuta Krueng karena pernah bersama-sama bekerja untuk mewujudkan perdamaian di Aceh belasan tahun lalu. “Abu Kuta Krueng ini penasihat saya, ulama kita. Kami dulu bersama-sama mencari perdamaian, empat tahun kami bersama bekerja untuk mewujudkan perdamaian Aceh,” kata SBY.

Untuk diketahui, Abu Kuta Krueng yang juga Pimpinan Dayah Al-Munawwarah Kuta Krueng, Ulee Gle Kecamatan Bandardua, Pijay, ini pernah masuk dalam tim sebelas pada masa SBY menjadi menteri dan Presiden Indonesia sejak tahun 2004. Tim itu bersama pemerintah mencari cara dan berunding untuk mewujudkan perdamaian di Aceh. Selain Abu Kuta Krueng juga ada Abu Tumin, Abu Mudi, Waled Nu, dan sejumlah ulama Aceh lainnya.

Selesai bersilaturahmi dengan masyarakat Pijay, SBY kemudian melanjutkan perjalanan ke Pidie. Di sana, SBY disambut masyarakat di pinggir jalan. SBY juga menyempatkan diri bertemu dengan masyarakat pada sebuah kafe di Kota Sigli. SBY dan rombongan disambut Bupati dan Wakil Bupati Pidie, Abusyik dan Fadhlullah TM Daud.

Setelah berdiskusi sejenak, SBY melanjutkan perjalanan ke Aceh Besar dan Banda Aceh setelah sebelumnya singgah di pasar Saree, Aceh Besar untuk berbelanja makanan khas. Kedatangan SBY dan rombongan di Saree disambut Plt Gubernur, Nova Iriansyah, Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk Husaini A Wahab, dan anggota DPRA, HT Ibrahim. Hari ini, SBY akan melaksanakan agenda terakhir Tour Toba-Seulawah di Banda Aceh yakni pembekalan caleg se-Aceh dan pertemuan dengan ulama. SBY, Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Senin (28/1) besok.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved