Dibekuk setelah 20 Hari Dipantau

Aparat Polres Aceh Utara baru berhasil meringkus Mus alias Adi Pukik (26), warga Kecamatan Baktiya, Aceh Utara

Dibekuk setelah 20 Hari Dipantau
IAN RIZKIAN MILYARDIN, Kapolres Aceh Utara

* Kasus Pembunuhan Berlatar Hubungan Terlarang

LHOKSUKON - Aparat Polres Aceh Utara baru berhasil meringkus Mus alias Adi Pukik (26), warga Kecamatan Baktiya, Aceh Utara di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara, Selasa 22 Januari 2019 sekira pukul 14.00 WIB setelah dipantau selama 20 hari lebih. Adi terlibat kasus pembunuhan Jazuli bin Ismail (34), warga Desa Blang Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Seperti diberitakan, Jazuli ditemukan oleh istrinya tewas bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher, Sabtu, 15 September 2018 sekira pukul 02.30 WIB di tempat tidur dalam kamarnya.

Sebelum kejadian itu, Jamaliah mengaku tertidur dalam kamar lain saat menidurkan anaknya. Belakangan terungkap pelaku pembunuhan itu dilakukan Mus alias Adi Pukik atas suruhan Jamaliah (30), warga Desa Blang Kulam, Kecamatan Matangkuli yang tak lain adalah istri korban yang sehari-hari berjualan es campur. Adi dan Jamaliah menjalin hubungan terlarang.

Berdasarkan catatan Serambi, sebelum meringkus Adi, sudah dikeluarkan surat perintah menjemput paksa untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut. Karena sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan polisi, dan Adi juga sudah menghilang, makanya dilakukan pemantauan secara intens.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah kepada Serambi, Minggu (27/1) mengatakan, setelah mendapat informasi keberadaan tersangka di kawasan Sumatera Utara, polisi langsung melakukan pemantauan. Tim Polres Aceh Utara juga berkoordinasi dengan Babinkamtibmas Polda Sumatera Utara.

Menurut Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, selama berada di Kecamatan Medan Belawan, tersangka sering menggunakan masker ketika bekerja dan juga ketika duduk di warung kopi. Hal ini juga menyulitkan petugas untuk mengenali pelaku. “Setelah mendapatkan kepastikan lokasi tersangka sering makan, petugas membutuhkan waktu 24 jam untuk memantau gerak-gerik pria yang dicurigai tersebut,” katanya.

Setelah memastikannya, barulah pada Selasa, 22 Januari 2019, pukul 14.00 WIB, polisi menangkap tersangka di sebuah warung makan dekat lokasi kerjanya.

sSebelumnya Adi juga sudah pernah bekerja di kawasan Medan Belawan sebagai buruh, sehingga setelah terlibat kasus tersebut ia langsung kabur ke lokasi yang sudah dikenalinya.

“Sebelum tertangkap, Adi sempat mengabari Jamaliah kalau dirinya akan kabur ke Medan. Adi mengatakan akan bertemu lagi dengan Jamaliah setelah kondisi aman,” katanya. Sedangkan Jamaliah kabur ke Banda Aceh dan berganti nama menjadi Novi.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved