Aksi Tolak WN

Mahasiswa Dobrak Pagar DPRA, Bakar Ban dan Minta Dewan Keluar Temui Demonstran

Puluhan mahasiswa yang menuntut Malik Mahmud Al Haythar dicopot dari Wali Nanggroe Aceh periode 2018-2023 tiba Gedung milik rakyat Aceh itu.

Mahasiswa Dobrak Pagar DPRA, Bakar Ban dan Minta Dewan Keluar Temui Demonstran
SERAMBINEWS.COM/IST
Kolase Serambinews.com 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Seusai melancarkan aksi damai di Simpang Lima Banda Aceh, massa dari Gerakan Mahasiswa Pemuda Aceh (Gempa) dan lintas organisasi bergerak menuju Gedung DPRA, Senin (28/1/2019), sekitar pukul 11.20 WIB.

Puluhan mahasiswa yang menuntut Malik Mahmud Al Haythar dicopot dari Wali Nanggroe Aceh periode 2018-2023 tiba Gedung milik rakyat Aceh itu.

Proses masuknya massa ke halaman gedung tersebut sempat mengalami hambatan. Namun karena kompak, mahasiswa mampu mendobrak pagar gedung DPRA.

Baca: 6 Fakta Kisah Asmara Ahok BTP dan Puput, Berbeda Usia 31 Tahun Hingga Mundur dari Kepolisian

Baca: Siaran Langsung Semifinal Piala Asia 2019, Iran Vs Jepang Saksikan Malam Ini Pukul 21.00 WIB

Baca: Gelar Aksi di Simpang Lima, Puluhan Mahasiswa Tolak Malik Mahmud Sebagai Wali Nanggroe

Bahkan massa nekat membakar ban bekas di halaman gedung, sebelum akhirnya melakukan penghormatan kepada Bendera Merah Putih.

Kobaran api dan pekatnya asap dari pembakaran ban turut membakar semangat mahasiswa. Mereka terus berorasi bergantian, menuntut DPRA segera melakukan rapat paripurna untuk mencabut mandat Malik Mahmud.

Hingga pukul 12.30 WIB, perwakilan DPRA tak kunjung datang menemui massa. Mahasiswa tetap bersikeras meminta dewan keluar menemui mereka di depan teras gedung tersebut.

Koordinator Aksi Husnul Jamil mengatakan, sesuai komitmen, mereka tidak akan menyentuh pintu gedung DPRA hari ini.

"Namun jika anggota dewan tidak juga menemui kami hingga besok, maka saya orang pertama yang akan mendobrak pintu gedung ini," teriaknya disambut suara lantang mahasiswa lainnya.

Untuk diketahui, massa menuntut empat hal kepada Pemerintah Aceh. Pertama, mendesak DPRA mengadakan sidang paripurna untuk mencabut mandat Malik Mahmud sebagai wali nanggroe.

Selanjutnya, massa mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit anggaran yang dialokasikan kepada Lembaga Wali Nanggroe (LWN) di bawah kepemimpinan Malik Mahmud.

Ketiga, mahasiswa meminta agar harkat martabat Lembaga Wali Nanggroe diperkuat, mengingat LWN merupakan lembaga pemersatu masyarakat Aceh yang berwibawa tinggi.

Dan terakhir, pendemo mendesak Waliyul Hadi untuk membentuk komisi pemilihan secara transparan.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved