Polisi Amankan 10 Karyawan LHA

Sepuluh dari 14 karyawan Lux Home Appliance (LHA) yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Desa Penanggalan Barat

Polisi Amankan 10 Karyawan LHA
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Polisi memeriksa karyawan kantor Lux Home Appliance atau LHA yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam 

* Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Hadiah

SUBULUSSALAM - Sepuluh dari 14 karyawan Lux Home Appliance (LHA) yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam diamankan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Penanggalan, Polres Aceh Singkil, Senin (28/1). Langkah pengamanan ini dilakukan menyusul informasi dan laporan masyarakat terkait aktivitas LHA yang terindikasi melakukan penipuan dengan kedok undian berhadiah.

Pantauan Serambi, aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolsek Penanggalan, Iptu Arifin Ahmad datang ke kantor LHA yang berada persis di seberang penginapan Jambu Alas. Saat polisi tiba, di kantor LHA terdapat sepuluh dari 14 karyawan, yakni empat wanita dan enam pria. Saat ditanyai polisi, ke-10 karyawan itu tidak bisa memberikan keterangan dengan alasan pimpinan mereka sedang berada di Siantar, Sumatera Utara.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andrianto Agramuda, melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu Arifin Ahmad mengatakan, pihaknya turun ke kantor LHA setelah mendapat laporan dari warga yang mengaku menjadi korban. “Kami turun untuk mengecek kebenaran mengenai aktivitas usaha yang berkedok undian berhadiah ini. Ada 10 karyawan yang kita amankan guna menghindari hal-hal tak diinginkan,” ujarnya.

Iptu Arifin menjelaskan, pihaknya sedang mendalami kasus itu apakah ada unsur penipuan atau tidak. Untuk itu, polisi mengimbau warga yang merasa dirugikan agar membuat laporan resmi ke Polsek Penanggalan. “Pimpinannya tidak ada di sini, nanti kita akan periksa juga pimpinannya, ini semua karyawan. Kabarnya, ada 14 tapi sekarang yang ada hanya 10 dan semua orang luar Subulussalam atau Aceh,” pungkas Iptu Arifin.

Sementara itu, sejumlah masyarakat yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan LHA kepada wartawan mengaku, mereka awalnya mendapat telepon dari karyawan perusahaan tersebut bahwa telah mendapatkan hadiah. Setelah datang ke kantor LHA, karyawan ternyata di sana hanya memberikan sejumlah gelas yang dikatakan sebagai hadiah.

Namun, untuk mengambil hadiah tersebut, karyawan LHA menawarkan beberapa alat rumah tangga kepada masyarakat. Untuk meyakinkan calon pembeli, karyawan memberikan arahan dan iming-iming hadiah berupa voucer senilai Rp 10 juta, dengan syarat warga harus membayar sejumlah uang. Akhirnya, warga membeli alat tersebut seperti speaker hometheater, mineral water, dan kompor listrik.

Untuk produk ini, konsumen bisa memilih namun jumlahnya harus tiga item. Ketiga alat tersebut dibeli dengan harga Rp 3,2 juta dan ada pula membayar Rp 3,3 juta atau lebih. Sedangkan, menurut warga, di pasaran harga ketiga barang tersebut tidak tidak semahal itu.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved