Sabun ‘Mak Rah Pireng’ Juara di Inggris

Siapa sangka, sabun cuci piring berbahan ekstrak asam sunti mampu mendapat prestasi mentereng di tingkat nasional

Sabun ‘Mak Rah Pireng’ Juara di Inggris
SERAMBINEWS.COM/ Foto dari NUR ANINDYA
Produk Mak Rah Pireng di London 

BANDA ACEH - Siapa sangka, sabun cuci piring berbahan ekstrak asam sunti mampu mendapat prestasi mentereng di tingkat nasional bahkan internasional.

Ya, produk bernama ‘Mak Rah Pireng’ karya putri Aceh, Nur Anindya ini berhasil membuktikan kepada kita bahwa kerja keras tak akan mengkhianati hasil.

Mewakili Aceh dan Indonesia, ‘Mak Rah Pireng’ meraih juara kedua dalam kompetisi produk inovatif dunia, ‘Leaders in Innovation Fellowship’ di Royal Academy of Engineering, London, Inggris.

Nur Anindya dengan produk Mak Rah Pireng merupakan satu dari 10 Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) yang dikirim Kemenristekdikti untuk mengikuti program pelatihan pada 17-26 Januari 2019 di London. Produk inovatif bimbingan Inkubator Bisnis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) itu, menduduki peringkat 2 dalam kompetisi grup Indonesia di akhir training. Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang ikut yakni Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Direktur ‘Mak Rah Pireng’, Nur Anindya yang dihubungi Serambi, kemarin mengaku sangat terharu sekaligus bangga dapat meraih penghargaan itu di London. “Alhamdulillah, Mak Rah Pireng mendapat juara 2 dalam kompetisi dalam grup Indonesia,” ujarnya.

Dia berharap prestasi itu dapat memotivasi tim untuk berkreasi menciptakan produk unggulan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat serta ramah lingkungan.

Berdasarkan penilaian para juri di London, belimbing wuluh (sunti) yang merupakan bahan utama sabun ‘Mak Rah Pireng’ terbukti ramah lingkungan dan gampang didapat di negara tropis. “Mak Rah Pireng adalah sabun cuci piring orang Aceh. Kebersihan dalam mencuci dengan asam sunti sudah dibuktikan oleh para indatu kita sejak dulu,” jelas Anindya.

Hingga saat ini, lanjutnya, sabun yang diproduksi di Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh itu sudah tersebar ke beberapa supermarket. Biasanya, ‘Mak Rah Pireng’ menjual produknya melalui distributor di Banda Aceh serta mengiklankan produk tersebut via media sosial dan toko online. “Ke depan kami siap bekerja sama dengan semua pihak termasuk investor Inggris jika tertarik untuk mengembangkan sabun cuci ini,” kata dia. Produk tersebut, lanjutnya sudah sesuai standar kesehatan dan mendapat label halal dari MUI.

Ketua Inkubator Bisnis Unsyiah, Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC menilai prestasi yang ditorehkan ‘Mak Rah Pireng’ sesuatu yang luar biasa. Selain ‘Mak Rah Pireng’, Unsyiah juga diwakili ‘Yagi Natural’ yang merupakan produk kosmetik berbahan cokelat. “Semoga dapat memacu semangat pengusaha lain untuk semakin mengharumkan nama Aceh di kompetisi internasional,” kata Alfiansyah yang juga Wakil Rektor III Unsyiah.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved