BPJS Kesehatan Tanggung Pengobatan Bocor Jantung

Terkait tingginya kasus pasien bocor jantung di Aceh, yang mencapai 40-an kasus setiap bulan dan mahalnya

BPJS Kesehatan Tanggung Pengobatan Bocor Jantung
IST
ALDIANA, Kepala BPJS Kesehatan Banda Aceh

BANDA ACEH - Terkait tingginya kasus pasien bocor jantung di Aceh, yang mencapai 40-an kasus setiap bulan dan mahalnya biaya pengobatan, pihak BPJS Kesehatan menjamin biaya berobat untuk pasien bocor jantung tetap ditanggung.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Aldiana, kepada Serambi, Selasa (29/1) mengatakan, semua biaya pengobatan pasien bocor jantung yang sesuai dengan indikasi medis akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Bahkan, jika pasien tersebut tidak dapat ditangani oleh rumah sakit rujukan yang ada di dalam provinsi maka dapat dirujuk ke sejumlah rumah sakit lainnya di luar daerah yang memiliki fasilitas penunjang yang lebih baik. Selama ini sebagian pasien bocor jantung tidak dapat ditangani di Aceh akan dirujuk untuk berobat ke rumah sakit di Jakarta.

Ia menjelaskan, tata cara berobat bagi pasien bocor jantung juga berlaku seperti pasien lainnya. Tahap pertama pasien akan berobat dan dilayani oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu puskesmas, klinik pratama, dan dokter praktik mandiri tempat pasien tersebut terdaftar.

Jika pada tahapan pertama tersebut dokter tidak dapat menangani, maka selanjutnya pasien akan dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yaitu rumah sakit. Namun jika kondisi darurat, maka pasien dapat segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Data yang diperoleh Serambi berdasarkan catatan di RSUDZA Banda Aceh, ada 6 sampai 10 kasus bocor jantung baru per pekan atau sekitar 40 kasus per bulan, atau 200-400 kasus setiap tahunnya.

Selain jumlahnya yang tinggi, pengobatan penyakit bocor jantung juga menelan biaya supermahal. Penanganan kelainan jantung bawaannya yang tidak kompleks berkisar antara Rp 60 juta-80 juta per jiwa, sementara jika kasus yang kompleksitas tinggi maka angkanya bisa mencapai ratusan juta.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved