Hubungan Sesama Jenis Picu Pembunuhan Sadis, Jasa Tak Dibayar dan Cangkul Maut, Ini Kronologinya

Pihaknya pun mengupayakan pengacara bagi tersangka, dikarenakan masih anak bawah umur dan dari keluarga sederhana.

Hubungan Sesama Jenis Picu Pembunuhan Sadis, Jasa Tak Dibayar dan Cangkul Maut, Ini Kronologinya
Facebook/Darnila Darni
Polisi berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan Aryanto (30) seorang pengusaha keripik pisang pada Selasa (29/1/2019) dini hari di Salon Mika Jalan Adisucipto, Pontianak. 

Fauzan mengungkapkan bahwa dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi bahwa ternyata korban dan pelaku telah mengenal sejak lama, dan pelaku sendiri dalam beberapa hari terakhir memang terlihat di Kabupaten Mempawah dikediaman korban.

"Udah lama mereka kenal ini, pelaku dari SMP telah mengenal korban, dari sejak korban tinggal di kubu raya, lalu pindah ke Mempawah,"ujarnya.

Baca: Ketahuan Sedang Memperkosa Guru Ngaji, Remaja Ini Diamuk Warga dan Diamankan Polisi

Ia mengungkapkan bahwa pelaku nekat menghabisi korban dikarekan Pelaku merasa kesal lalu tersulut emosi, karena korban yang telah menjanjikan sejumlah uang kepada tersangka namun korban tidak menepatinya, yang mana pelaku dalam beberapa hari memang telah membantu korban dalam membuat kripik.

Setelah menghabisi korban, pelakupun lalu menggasak sejumlah barang milik korban, yakni motor, handphone dan sejumlah uang tunai milik korban.

Fauzan menceritakan bahwa pelaku setelah melakukan pembunuhan tersebut langsung kabur menggunakan kendaraan korban.

Saat di amankan bersama sejumlah barang bukti, pelaku tidak melakukan perlawanan.

Pihak kepolisian pun menemukan sejumlah barang bukti yang menunjukkan bahwa AP merupakan pelaku pembunuhan di Kabupaten Mempawah.

"Kita temukan sepeda motor yang sudah di lepas plat nomornya, lalu kunci yang masih ada bercak darah, handphone masih ada bekas darah,"ungkapnya.

Baca: Situs Makam Tokoh Islam Tertua Se-Asia Tenggara Dibongkar, Cisah Minta Polisi Cari Pelakunya

Periksa 4 Saksi

Kasubid III Ditreskrimum Polda Kalbar, AKBP Fauzan Sukmawansyah mengungkapkan, hasil penyelidikan sementara terkait kasus pembunuhan Haryanto ‎(43) pengusaha keripik pisang di Jalan Gusti Asmaun Dusun Pinang RT 11 RW 04 Desa Malikian Kecamatan Mempawah Hilir, Senin (28/1/2019) kemarin.

Diduga korban dianiaya menggunakan cangkul.

Perbuatan tersangka itu diketahui lewat penyelidikan yang dilakukan Polsek Mempawah Hilir.

Dimana korban Haryanto diduga kuat meninggal dunia akibat mengalami cidera pada kepala bagian kanan yang diduga abakit hantaman benda tajam.

Selain itu di lokasi kejadian, polisi mengamankan baju dan seprai milik korban yang berlumuran darah.

Serta cangkul yang juga terdapat bercak darah kering di dalam garasi rumah korban.

Baca: Seorang Caleg dari Partai Nasdem Tewas Dibunuh Rekannya Sendiri, Ini Penyebabnya

Sekitar empat orang warga setempat yang telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian ‎sebagai saksi.

Dan juga pihak kepolisian memperoleh informasi dimana sebelum kejadian pembunuhan, korban sempat menerima tamu dan menginap.

Dimana ada tiga orang tamu. Dari tiga orang tamu menginap ternyata ada terduga pelaku pembunuhan yakni AP asal Pontianak.

Selain itu yakni dua orang remaja warga Sui Kunyit namun pada malam sebelum ditemukan korban Haryanto tak bernyawa itu.

Namun dua orang remaja asal Sui Kunyit tersebut sekitar pukul 21.00 WIB pulang.

Hanya AP yang menginap di rumah korban.

Namun saat korban ditemukan tak bernyawa, AP menghilang bersama sepeda motor korban Aerox yang masih baru.

Sudah Cerai

AP merupakan warga Jl Harapan Setia, Kelurahan Sui Asam Kecamatan Sui Raya, Kabupaten Kubu Raya (KKR) Kalbar.

Tersangka kasus pembunuhan tersebut sudah diamankan di Mapolda Kalbar.

Adapun korban, Haryanto ditemukan dalam keadaan tak bernyawa oleh karyawannya Misda (35).

Dimana saat itu Misda yang biasa bekerja sebagai pengupas pisang, ingin melaksanakan aktivitas seperti biasanya.

Saat itu melihat korban sudah tak bernyawa di dalam kamar korban.

Sontak membuat Misda panik dan keluar memanggil warga yang lewat.

"Saya mau bekerja seperti biasa, lihat bapak (korban-red) didalam kamar sudah berdarah. Lalu saya keluar dan panggil orang," terangnya.

Saksi lainnya yang merupakan tetangga korban, Sudarso mengetahui korban telah meninggal dari Misda yang berteriak histeris.

"Pertama kali karyawan korban, Misda yang menemukan, dimana Misda mau bekerja. Dan masuk melalui pintu garasi yang sudah terbuka, pada saat dilihat kamar korban juga sudah terbuka, dan didapati korban sudah bersimbah darah, lalu dia keluar dan berteriak histeris," jelas Sudarso

Sudarso mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB, saat itu memang waktu untuk karyawan bekerja.

"Jumlah karyawannya sih ada 6 orang, tapi tergantung pesanan yang ada. Kalau banyak bisa lebih dari itu karyawan yang bekerja, kalau sepi biasa 2 atau tiga orang jak," ujarnya.

Sehari sebelum kejadian, Sudarso menuturkan dirinya masih sempat berbincang dengan korban.

"Semalam habis isya masih sempat ngobrol, karyawan pun masih ada yang bekerja. Karena pekerja memang beraktivitas di depan rumah, pegawai bekerja memang dari 14.30 sampai malam biasanya," terangnya.

Sudarso menuturkan korban tinggal dirumah tersebut sendirian, tidak ada keluarga yang menemani.

"Dia sudah nikah dan punya anak satu, tapi sudah lama cerai. Anaknya ikut istrinya, ini juga rumah belum lama dia beli," katanya. (Ferryanto)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 'Jasa' Hubungan Sesama Jenis Tak Dibayar, Lelaki Berondong Bunuh Juragan Keripik, Ini Kronologinya

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved