‘Indonesia Barokah’ juga Masuk ke Aceh

Tabloid Indonesia Barokah dikabarkan juga sudah masuk ke Aceh. Tabloid tersebut dikirim melalui PT Pos Indonesia

‘Indonesia Barokah’ juga Masuk ke Aceh
KOMPAS.Com/SLAMET PRIYATIN
Tabloid Indonesia Barokah yang siap edar. (KOMPAS.com/SLAMET PRIYATIN) 

BANDA ACEH - Tabloid Indonesia Barokah dikabarkan juga sudah masuk ke Aceh. Tabloid tersebut dikirim melalui PT Pos Indonesia dengan tujuan pengiriman ke masjid-masjid dan pesantren (dayah) di Aceh.

Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Marini, saat dikonfirmasi Serambi, Selasa (29/1), juga membenarkan isu tersebut. Pihaknya bahkan telah mengecek langsung keberadaan tabloid ini di kantor PT Pos Indonesia Banda Aceh.

“Benar (sudah masuk ke Aceh). Distribusinya masih ditahan oleh PT Pos sambil menunggu keputusan lebih lanjut terkait polemik tabloid tersebut,” kata Marini.

Saat ditanya lebih lanjut berapa banyak jumlah yang masuk, Marini mengaku tidak tahu. “Kita belum tahu, saat ini masih dalam perhitungan PT Pos,” imbuhnya.

PT Pos Indonesia sepertinya memang mendapat arahan dari kantor pusat untuk menahan sementara proses distribusi tabloid Indonesia Barokah. Sebab selain di Aceh, penahanan distribusi juga dilakukan oleh PT Pos Indonesia di Padang, Sumatera Barat.

Mengutip dari Kompas.com, Selasa (29/1), disebutkan ada 161 paket pengiriman tabloid Indonesia Barokah yang diterima oleh kantor POS Padang dengan stempel penerimaan pengiriman dari wilayah Jakarta Selatan.

Dalam paket pengiriman tabloid Indonesia Barokah bertuliskan alamat tujuan ke sejumlah pesantren. Atas paket berisi tabloid Indonesia Barokah, PT POS akan berkoordinasi dengan Bawaslu dan Kepolisian.

Bawaslu sendiri telah menyerahkan persoalan tabloid ini kepada pihak kepolisian. Hal itu lantaran Bawaslu menganggap tabloid tersebut tidak melanggar kampanye. “Terkait dengan Indonesia Barokah, kan Bawaslu sudah menyatakan bahwa itu belum masuk pelanggaran pidana pemilu, tapi kan kami meminta kepada polisi untuk melakukan investigasi,” kata Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar.

Namun, Fritz mengungkapkan, Bawaslu tetap melakukan investigasi untuk mengetahui siapa yang berada di balik tabloid Indonesia Barokah. Bawaslu juga memantau apakah tabloid ini melakukan penghinaan atau ujaran kebencian terhadap pasangan calon tertentu di Pemilu 2019.

“Sampai hari kemarin, kami melihat bahwa isi Indonesia Barokah itu belum melanggar pasal 280 terkait dengan menghina atau ujaran kebencian,” ujarnya.

Saat ini, menurut dia, langkah yang dilakukan Bawaslu adalah mencegah penyebaran tabloid Indonesia Barokah. “Bawaslu tetap melakukan pencegahan karena ini adalah proses yang meresahkan masyarakat terkait hal seperti itu,” ujarnya.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pihaknya tengah mempelajari terkait beredarnya Tabloid Indonesia Barokah. Ia memaparkan bila Polri tak mau tergesa-gesa mengambil keputusan atas kemunculan tabloid tersebut.

“Sedang dipelajari, saya tidak mau mengambil keputusan, sedang dipelajari oleh dari jajaran Polri yang terkait, baik yang hukum,” ujat Tito di gedung PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/1). Tito menekankan akan melakukan koordinasi dengan Dewan Pers di dalam mengusutnya.

Dewan Pers juga telah melakukan investigasi terhadap Tabloid Indonesia Barokah di beberapa wilayah Tanah Air. Hasilnya, konten yang dimuat di tabloid tersebut bukan produk jurnalistik. “Tabloid Indonesia Barokah itu bukanlah media sebagaimana dimaksud Undang-Undang 40 Tahun 1999,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.(yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved