Kantor Pos Sigli Terima 69 Amplop Berisi Tabloid Indonesia Barokah, akan Dikirim ke Pesantren

Kantor Pos Sigli, Pidie, Rabu (30/1/2019) sekitar pukul 08.00 WIB, menerima 69 amplop berisi Tabloid Indonesia Barokah.

Kantor Pos Sigli Terima 69 Amplop Berisi Tabloid Indonesia Barokah, akan Dikirim ke Pesantren
SERAMBINEWS.COM/ M NAZAR
Kepala Kantor POS Sigli, Erwan Mulyana SE, memperlihatkan amplop berisi Tabloid Indonesia Barokah di kantor setempat, Rabu (30/1/2019).

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Kantor Pos Sigli, Pidie, Rabu (30/1/2019) sekitar pukul 08.00 WIB, menerima 69 amplop berisi Tabloid Indonesia Barokah.

Amplop warna coklat itu diketahui berisi Tabloid Indonesia Barokah, karena pada amplop tertulis alamat pengirim Redaksi Tabloid Indonesia Barokah beralamat di Pondok Melati, Bekasi.

"Kami belum membuka 69 amplop berisi Tabloid Indonesia Barokah, sehingga kita belum mengetahui setiap amplop berapa jumlah eksemplar tabloid itu," kata Kepala Kantor Pos Sigli, Erwan Mulyana SE, kepada Serambinews.com, Rabu (30/1/2019).

Baca: Usai Terima Rekomendasi dari Dewan Pers, Polri Kaji Dugaan Tindak Pidana Tabloid Indonesia Barokah

Baca: ‘Indonesia Barokah’ juga Masuk ke Aceh

Baca: Dua Pimpinan Tabloid Indonesia Barokah Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Siapa Aktor Intelektualnya?

Baca: Dinilai Tak Layak Disebarkan ke Masjid, Wapres Jusuf Kalla Minta Tabloid Indonesia Barokah Dibakar

Ia menambahkan, amplop berisi Tabloid Indonesia Barokah itu, direncanakan hendak dikirim ke pesantren dan balai pengajian di Pidie dan Pidie Jaya.

Alamat pesantren dan balai pengajian tertera jelas ditulis di amplop.

Tapi, kata Mulyana, pihak Kantor POS Sigli belum mengirim kepada alamat yang dituju oleh Redaksi Tabloid Indonesia Barokah.

Sebab, intruksi dari Kantor Pos Pusat, bahwa Tabloid Indonesia Barokah dipending dulu, untuk dikirim ke alamat yang tertera di amplop.

"Sebenarnya kita tidak boleh menahan kiriman orang, tapi karena adanya instruksi terpaksa kita simpan dulu. Tabloid itu semua kantor pos dikirim, tapi jumlahnya saja berbeda ," sebut Mulyana. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved