Makam Tokoh Islam Tertua Dibongkar

Makam tokoh Islam tertua di Asia Tenggara, Raja Amad di Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia

Makam Tokoh Islam Tertua Dibongkar
IST
WARGA memperhatikan makam tokoh islam tertua di Asia Tenggara yang berada di Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, dibongkar oleh orang yang belum diketahui identitasnya. 

LHOKSUKON – Makam tokoh Islam tertua di Asia Tenggara, Raja Amad di Desa Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara pada Senin (28/1) sore ditemukan warga sudah dibongkar oleh orang yang belum terindentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian tim Center of Information for Samudra Pasai Heritage (Cisah), pada nisam bersurat (berinskripsi) wafat pada tahun 622 H/1226 M.

Warga Desa Leubok Tuwe, Mahmud Jamil kepada Serambi mengungkapkan, makam tersebut berjarak 100 meter dari rumahnya dan berada di sebelah kebunnya. Pada Senin (28/1), istrinya Salmawati hendak memetik cabai di kebun untuk memasak. Tiba-tiba, istrinya melihat ada tumpukan tanah baru di lokasi itu. Setelah diperhatikan, ternyata makam tersebut sudah dibongkar.

“Setelah dilaporkan, kemudian saya langsung menghubungi Kapolsek Meurah Mulia. Tak lama kemudian polisi tiba di makam tersebut,” kata Mahmud, kemarin.

Seperti diketahui, makam tersebut sebelumnya sering diziarahi oleh wisatawan dari luar negeri seperti Malaysia dan Thailand. Berdasarkan cerita dari warga, makan tersebut adalah tokoh islam yang terkenal.

Kapolres Lhokseumawe, AKPB Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Meurah Mulia, Iptu Boestani MH kepada Serambi menyebutkan, setelah menerima informasi dari warga, personel langsung ke lokasi untuk penyelidikan. “Memang benar sudah dibongkar, tapi kedalamannya baru setengah meter. Di Lokasi kejadian, kita temukan linggis, cangkul dan dua sekop,” ujarnya.

Kapolsek Meurah Mulia menyebutkan, upaya yang dilakukan pihaknya mengamankan barang bukti dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembongkaran makam tersebut. “Kita sedang mempelajari modusnya untuk mengungkap siapa pelaku,” ujar Iptu Boestani. Setelah penyelidikan, petugas bersama warga merapikan kembali tanah kuburan itu.

Ketua Cisah, Abdul Hamid alias Abel Pasai menyebutkan, hasil penelitian pihaknya pada 2007, makam tersebut termasuk salah satu makam yang memiliki nilai sejarah tinggi dengan kerajaan Aceh. “Dari data diperoleh batu nisannya bersurat (berinskripsi). Raja Amad itu sebutan lokal, yang wafat pada tahun 622 Hijriah atau 1226 Masehi,” ujar Abel

Disebutkan, pada makam tersebut bertuliskan yang berbahagia dan syahid. “Itu termasuk makan tertua di Asia Tenggara. Namun, kita belum mendapatkan nama dari pemilik makam tersebut, tapi hanya menyebutkan sifat-sifat pemilik makam,” demikian Abel.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved